Warning Jurang Kaya Miskin

Menteri Keuangan  Sri Mulyani menyebut angka kemiskinan sebagai tantangan utama perekonomian Indonesia. Kesenjangan antara si kaya dan si miskin semakin lebar. “Tantangan kita, kemiskinan turun dari 16,6% menjadi 10,7%. Ini pun masih tinggi. Harus single digit,” ujarnya (3/4).

Catatan angka gini ratio Indonesia juga t meningkat. Ani menyebut, 40% masyarakat di bawah, dibandingkan 20% yang berpenghasilan di atas. Angka ini hanya lumayan lebih baik jika dibandingkan dengan Brasil. Negara-negara Amerika Latin di atas 0,5. Brasil bisa mencapai 0,6. Indonesia belum sampai separah itu, tapi tanda-tandanya sudah muncul.

Jangan anggap angin lalu peringatan seorang menteri sekelas Ani. Sudah saatnya mengejawantahkan janji-janji manis waktu Pilpres. Tunjukkan keberpihakan kepada 250 juta rakyat. Kebijakan ekonomi yang pro-poor. Negara harus menghentikan bikin hutang gila-gilaan. Tak pantas hutang itu diwariskan dan ditanggung oleh 3-5  generasi berikut. Kecuali rezim ini kelewat naif dan wawasan pikirnya sedemikian pendek.

 

La Rere Loreinetta

Baubau, Sultra

Bagikan ke: