Wadah Bersatunya Saudagar Minang

Koperasi SMR didirikan untuk mewadahi para saudagar Minang dalam membesarkan usaha anggota yang tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga   mancanegara. Dengan modal sosial dan finansial yang dimiliki, potensi untuk berkembang sangat besar.

menkop di kop smr

SELAMA ini, suku Minangkabau atau populer disebut Minang terkenal piawai dalam berdagang. Tidak heran, banyak pengusaha sukses berasal dari suku ini. Jika satu orang Minang saja bisa sukses mengembangkan bisnisnya, apalagi jika mereka berhimpun dalam satu wadah. Inilah yang melatarbelakangi pendirian koperasi SMR (Saudagar Minang Raya) yang dideklarasikan pada 25 Desember 2016.

Dalam acara pengukuhan pengurus Koperasi Saudagar Minang Raya (SMR) yang dirangkai dengan Festival Kampung Minang, Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga  menyambut baik kehadiran Koperasi SMR yang  dapat memajukan usaha anggota.  “Koperasi SMR punya potensi untuk berkembang menjadi besar,” ujarnya.

Dikatakan, Koperasi SMR adalah sebuah keniscayaan bagi masyarakat minang, karena Bapak Koperasi,  Bung Hatta berasal dari Tanah Minang. Dengan profil pengurus dan anggota SMR yang sebagian besar pebisnis, bukan hal sulit untuk mengembangkan usaha. Bahkan, Menkop mendorong nantinya SMR bisa membentuk Perseroan Terbatas (PT) agar lebih leluasa  menjalankan roda usaha. Misalnya saja dengan mendirikan one stop shopping yang menyediakan seluruh bahan baku rumah makan Padang dan industri pendukungnya.

Pada kesempatan membuka Festival Kampung Minang, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno juga memberikan apresiasi terhadap  pendirian koperasi SMR yang dinilainya dapat mengharumkan nama Sumatera Barat (Sumbar). Terlebih, Sumbar kini sedang giat mempromosikan potensi daerah untuk menarik wisatawan. “Kami siap bekerjasama dan mendukung langkah Koperasi SMR,” ujar Irwan, 28 April lalu di Jakarta.

Gubernur berharap, setelah pengukuhan pengurus Koperasi dapat bergerak cepat untuk merealisasikan target yang telah ditetapkan. Dengan begitu, anggota dan masyarakat Minang bisa menaruh kepercayaan terhadap koperasi ini. Selain itu, Gubernur juga merasa senang dengan Festival Kampung Minang karena dapat menjadi sarana untuk lebih mempromosikan potensi daerah.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumbar Arkadius Datuak Intan Bano yang menyambut baik kehadiran koperasi SMR dan Festival Kampung Minang.   “Pendirian Koperasi SMR sangat positif untuk membangun ekonomi anggota,” ujarnya seraya berharap acara sejenis dapat dilakukan secara rutin untuk menggenjot pariwisata Sumbar. Sementara itu Ketua Koperasi SMR Fashbir Noor Sidin mengatakan sesuai dengan tujuan berdirinya SMR, modal yang ada akan difokuskan untuk pengembangan usaha anggota.

“ Kami sudah perhitungkan semua risiko, maka pada tahap awal investasi hanya untuk usaha yang sudah berjalan dan mapan,” ujar Fashbir yang  juga profesor bidang ekonomi Universitas Andalas, Padang.

kop SMR

Target SMR

Kehadiran pemimpin daerah Sumbar dalam acara pengukuhan pengurus Koperasi SMR merupakan wujud nyata dukungan terhadap koperasi. Hal ini makin memotivasi pengurus untuk memajukan usaha.  Selain itu, dapat memperluas peluang kerja sama pengembangan bisnis yang saat ini sedang giat dilakukan.

Koperasi SMR merupakan wadah para saudagar Minang untuk saling bekerja sama dalam mengembangkan bisnis. Selain saudagar Minang, keanggotan SMR yang berlokasi di kawasan Tebet Jakarta Selatan ini  terbuka untuk mereka yang memiliki kekerabatan Minang.

Keanggotan koperasi terdiri dari dua yaitu anggota pendiri dan anggota biasa. Jumlah anggota pendiri saat ini 150 orang dan anggota biasa 20 orang. Yang menarik, anggotanya tidak hanya di Indonesia saja, juga ada yang berasal dari luar negeri, seperti Australia, Qatar, dan Singapura.

Sementara itu, Bendahara Koperasi SMR Elva Waniza mengatakan diluar anggota yang pengusaha, juga ada yang berpofesi sebagai akademisi maupun birokrat. Sesuai prinsip koperasi, seluruh anggota akan bahu membahu untuk mencapai kesejahteraan bersama. Sebagai koperasi yang baru berdiri, tahun ini targetnya tidak muluk-muluk. “Pengembangan usaha akan dilakukan secara bertahap,” ujar Elva.

Pada tahap pertama, setelah peresmian pengurus akan melakukan sosialisasi koperasi ke seluruh Tanah Air dan jaringan yang dimiliki anggota. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah anggota yang ditargetkan mencapai 1.000 anggota sampai akhir 2017. Elva yakin target ini tercapai karena setiap anggota dihimbau untuk membawa anggota baru minimal 5 orang.

Sesuai dengan ketentuan koperasi, seluruh modal berasal dari simpanan anggota. Dalam hal ini, untuk menjadi anggota harus menyetor simpanan sebesar Rp5 juta. Rinciannya, sebesar Rp1 juta simpanan pokok, Rp1,2 juta simpanan wajib, dan simpanan sukarela Rp2,8 juta simpanan sukarela.

Meski baru berumur belia,  namun SMR, kata Elva sudah mampu memperoleh simpanan anggota sebesar Rp700 juta. Jumlah simpanan ini ditargetkan meningkat menjadi Rp1 miliar pada Mei 2017. “Kami terus berusaha meningkatkan jumlah simpanan anggota,” ucap Elva.

Dari modal usaha yang dihimpun, sebagian sudah diinvestasikan ke usaha anggota seperti D’Besto dan properti. Untuk memperkecil risiko investasi akan diprioritaskan pada usaha yang sudah terbukti (proven).  Dengan begitu, hasil investasi akan berdampak positif terhadap keuangan koperasi.

Salah satu anggota yang bergabung dengan Koperasi SMR adalah Nurhayati Subakat, CEO PT Paragon Technology Innovation (PTI) yang dulu bernama PT Pustaka Tradisi Ibu pemilik merek kosmetik muslimah Wardah. Menurut wanita kelahiran Padang Panjang, Sumatera Barat ini, dirinya tertarik bergabung dengan Koperasi SMR karena ada semangat yang sama yaitu saling membantu usaha sesama anggota. “Semangat koperasi itu sangat bagus untuk kemajuan bersama,” ujar Nurhayati yang kini mempekerjakan lebih dari 7 ribu karyawan.

Dengan keunggulan yang dimiliki koperasi, Nurhayati tidak berpikir lama untuk bergabung dengan SMR. Apalagi koperasi SMR punya misi untuk berkontribusi dalam membangun ekonomi tanah kelahiran dan Indonesia pada umumnya. Hal ini sama dengan nilai yang dianutnya selama ini yang tidak hanya mementingkan kepentingan sendiri tetapi membantu sesama.   (Drajat)

 

Bagikan ke:

3 thoughts on “Wadah Bersatunya Saudagar Minang

  1. I really like and appreciate your article.Thanks Again. Will read on…

  2. Great blog post.Thanks Again. Want more.

  3. Really informative blog article.Really looking forward to read more. Much obliged.

Comments are closed.