UMKM Bali Sudah bisa kembali bernafas

Ilustrasi Gambar : Detik.

JAKARTA—-Dua tahun lamanya Bali dilanda pandemi Covid-19 yang memporak-porandakan ekonomi nasional. Setelah adanya pelonggaran aturan perjalanan yang di berlakukan oleh pemerintah.

Saat pemerintah memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pada awal pandemi 2020, kegiatan usaha pariwisata di Bali bisa dikatakan sangat turun drastis. Sebab wisata bagi turis asing maupun wisatawan lokal, tidak diperbolehkan.

“Dampak perekonomian akibat pandemi dirasakan oleh masyarakat Bali, khususnya mereka yang mencari nafkah sektor pariwisata. Dari bidang jasa, tour and travel, penginapan, dan usaha makanan” ucap Made, salah seorang warga Bali, Selasa (5/4/22)

Sepanjang masa pandemi Covid-19, memang ada beberapa kali momen wisatawan domestik memanfaatkan liburan ke Bali terutama saat liburan akhir tahun. Hanya saja, pengetatan aturan wisata sepanjang pandemi akibat lonjakan kasus Covid-19 membuat Pulau Dewata tersebut tak banyak bisa menunjukkan pesonanya.

Sejak Bali kembali membuka pintu untuk warga negara asing (WNA) dan adanya penghapusan karantina, sedikit demi sedikit kehidupan wisata di Bali mulai kembali normal. Apalagi, syarat bagi pelaku perjalanan domestik kini sudah dilonggarkan.

“Sekarang lumayan, turis lokal banyak yang sudah datang. Walau belum seperti dulu, tapi Bali sudah mulai ramai lagi,” ucap Made.

Pemerintah Provinsi Bali melakukan berbagai upaya untuk menghidupkan UMKM. Pada Senin 4 April 2022, TP PKK Provinsi Bali, menggelar Pasar Rakyat di Kabupaten Bangli.

Pada perhelatan pasar rakyat tersebut digelar berbagai produk UKM, IKM Bangli yang dibutuhkan oleh masyarakat disediakan di masing-masing stand dengan harga yang standar, mulai dari sayur-sayuran, buah-buahan, makanan khas Bangli, kerajinan bambu hingga pakaian busana adat Bali.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Putri Suastini Koster menyampaikan pasar rakyat ini dilaksanakan dengan cara bersinergi oleh tim PKK Provinsi maupun dengan seluruh Kabupaten/Kota se-Bali.

“Ini wujud kekompakan seluruh tim penggerak PKK se-Bali. Tiap kita hadir di imasing-masing kota, kita bantu 100 keluarga. Meskipun tidak banyak, tapi ada ajang saling membantu dan memberi,” ujarnya.

Putri Koster mencontohkan dengan mengajak rombongan PKK se-Bali untuk berbelanja. Baik itu hasil bumi petani, kuliner, dan produk IKM/UKM. Selanjutnya hasil-hasil itu dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Sebagai catatan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) masyarakat Bali terhadap kondisi ekonomi di daerah juga meningkat ke level 122,8 pada Januari, dibanding Desember 2021 , ekspektasi masyarakat terhadap ekonomi Bali masih berada di level 113,3.

Peningkatan indeks ekspektasi tersebut menggambarkan optimisme masyarakat terhadap peningkatan penghasilan, pembukaan lapangan kerja hingga lapangan usaha yang diproyeksikan akan lebih baik dibanding 2021.

Bagikan ke: