Tumbangnya Teori/Mitos Fosil Organik?

Benarkahminyak berasal dari fosil plankton dan alga yang terkubur jutaan tahun di dasar laut?Kajiansejumlahilmuwan menunjukkanhasilberbeda.Teori/mitos fosiltersebut, konon,sengajadikembangbiakkan demi mengawetkan status quo.Versidalilterbaru, jika mampu mengebor pada kedalaman lebih dari 30 ribu kaki, deposit minyak sebenarnya berlimpah.

 

SEJAK pertengahan 1950-an, minyak bumi merupakan sumber energi paling penting. Sebelum itu, manusia menggunakan energi air dan angin, kayu dan batu bara. Transportasi adalah sektor yang paling banyak menggunakan minyak bumi. Khususnya bensin/premium.Maka, wajar jika seruan menghemat energi menggema di banyak negara.Salah satu upaya terpenting itu adalah meminimalkan penggunaan kendaraan pribadi dan beralih menggunakan kendaraan umum.

Cadangan minyak dunia kebanyakan adalah minyak inkonvensional. Yaitu minyak bumi yang diekstrak dari bumi dengan cara yang berbeda dari minyak bumi biasanya (drilling).Perusahaan minyak dan pemerintah di seluruh dunia telah melakukan investasi di sumber minyak unkonvesional karena semakin berkurangnya cadangan minyak konvensional. Meskipun begitu, produksi minyak unkonvesional memiliki proses yang kurang efisien dan berpengaruh buruk pada lingkungan dibanding minyak konvensional.

Minyak mentah yang ditemukan dalam bentuk semi-solid dan bercampur dengan pasir dan air, seperti temuan di Athabasca oil sands di Kanada, biasa disebut bitumen. Di Kanada, bitumen adalah minyak mentah yang berbentuk seperti tar, berwarna hitam dan lengket sehingga harus dipanaskan atau dicairkan agar bisa mengalir. Venezuela juga memiliki sejumlah besar cadangan minyak di Orinoco oil sands, meskipun lebih cair dibandingkan yang di Kanada, dan biasa disebut extra heavy oil.

Asal-usul minyak bumidijelaskan oleh beberapa teori.“Teori anorganik” menyatakan minyak bumi terbentuk akibat aktivitas bakteri. Unsur-unsur oksigen, belerang, dan nitrogen dari zat-zat organik yang terkubur berubah menjadi zat seperti hidrokarbondengan adanya aktivitas bakteri. Initeori paling awal yang diperkenalkan.

Lalumuncul“teori biogenetik atau organik”.Bahwa minyak bumi berasal dari fosil materi organik, seperti plankton dan alga, yang terkubur di dasar laut dalam jumlah sangat besar, bercampur dengan sedimen dalam kondisi anoksik dalam jangka waktu lama.Setelahribuan atau jutaan tahun, temperatur tinggi, dan tekanan lapisan batuan di atasnya, binatang dan tumbuh-tumbuhan yang mati tersebut berubah menjadi bintik-bintik dan gelembung minyak atau gas.

Teori selanjutnya, gabungan dari dua teori di atas yang disebut “teori duplex”. Teori inirelatifbanyak diterima oleh kalangan luas. Bahwa minyak dan gas bumi berasal dari berbagai jenis organisme laut.Minyak bumi berasal dari materi hewani dan gas bumi berasal dari materi nabati. Dari ketiga teori tersebut, yang paling sering kita dengar adalah teori organik.Materi organiknya yang kerapdigambarkanadalah dinosaurus, padahal plankton dan alga.

fosil

Teori “fosilterpendamjutaantahun” dikemukakan oleh Mikhailo V. Lomonosov, cendekiawan besar Rusia pada 1757.Hipotesisnya, minyak bumi berasal dari sisa-sisa makhluk hidup (tumbuhandanbinatang), minyak mentah akan terbentuk sangat lambat, melewati jutaan tahun terkubur di bawahbatuan, mengalami  tekanan dan suhu yang luar biasa, lalu mengubahnya menjadi minyak mentah.Teori ini cenderung diterima khalayak luas, meski sudah dipatahkan oleh berbagai hasil kajian ilmiah yang lebih mutakhir.

Pada abad ke-19, ahli kimia Rusia Dmitri Mendeleev menguji dan menolak hipotesis Lomonosov.  Mendeleev menyodorkan hipotesis tentang adanya struktur geologi yang ia sebut “patahan dalam” (deep fault) tempat minyak bumi melaluinya dari kedalaman.Proses abiotik untuk menghasilkan minyak bumi disebut Fischer-Tropsch , reaksi kimia yang mengubah campuran karbon monoksida dan hidrogen menjadi hidrokarbon cair. Proses ini pun menjadi dasar penciptaan bahan bakar jet yang dibuat dari air di AS.

Sejak produksi minyak di AS memuncak sekitar 1970, ahli geologi, ahli ekonomi, dan analis industri mulai menyoaldenganserius, berapa banyak minyak mentah yang masih tersisa di dalam perut bumi? Menurut National Geographic, jumlah itu diprediksi sekitar 1,2 triliun barrel. PenelitianAlexander von Humboldt , dan ahli kimia termodinamika Prancis, Louis Joseph Gay-Lussac, menyimpulkan bahwa minyak bumi adalah materi primordial (purba) yang memancar dari tempat yang sangat dalam; tak ada hubungannya dengan materi biologis permukaan bumi.

Terakhir, lagi-lagikubuRusia berhasil memperkuatbukti bahwa minyak bumi bukan dari fosil dan dapat diperbaharui.Minyakmentahdiprediksiberasal dari lapisan magma di kedalaman lebih dari 30,000 kaki dan tidak ditemukan lapisan organik.Patutdicatat, sejak 2006, Rusia jadi salah satu penghasil minyak terbesar di dunia (menurut statistik OPEC/Juni 2006, Rusia mengekstrak 9.236 juta bph, atau 46,000 lebih banyak dari Saudi Arabia). Pada 2007, Rusia menjadi penghasil minyak terbesar di dunia dengan kemampuan9,3 juta bph.

 

Rekayasa Illuminati?

 

Pulihnya sumber minyak di Pulau Eugene serta gagasan Gold membuat insinyur perminyakan bertanya-tanya tentang situasi yang sama di ladang minyak Timur Tengah yang tak ada habisnya.Sumur tua yang kering akhirnya bisa terisi minyak kembalidi Pennsylvania.Begitujugacadangan minyak di Pulau Eugene, TelukMeksiko—yang tiba-tibaberproduksi 13.000 bphsetelahhanyamenghasilkan 4.000 bphpada 1989, dancadangannyaditaksirmeroketjadi60-400 juta barrel.Dalam buku The Role of Methane in the Formation of Mineral Fuels karangan A.D. Bondar (1967) dan “The Deep Hot Biosphere: The Myth of Fossil Fuels” karangan Thomas Gold,ditegaskan, minyak bumi berasal dari methane magma, bukan dari fosil.

Timur Tengah memiliki lebih dari dua kali lipat cadangan minyak dalam 20 tahun terakhir, meski telahsetengah abad dieksploitasi dan penemuan baru relatif sedikit. Keberadaan ladang minyak yang bisa memperbaharui pasokan sendiri menghancurkan mitos teori asal usul minyak.Jika minyak mentahyang terkandung di perutbumibenar-benar berasal darizat anorganik alami, bagaimana bisa dikatakan minyak adalah energi tak terbarukan?

Mitosyang menyebut minyak bumi langka adalah kebohongan besar yang berlangsung lama. Itulah rekayasa sangat serius demi kepentingan pihak tertentu.Berbagai buktidanpenemuan terakhirmenyatakankesimpulan yang sangat berbeda. Sangat patut dicurigai, sumber minyak bumi yang dinyatakan dari fosil mahluk hidup adalah dusta untuk menciptakan kelangkaan-buatan dan mengendalikan harga.Padasaat yang sama, teknologi bahan bakar alternatif yang telah ada selama beberapa dekade sengaja dikebiri pengembangannya.

Kebohongan masif yang sepenuhnya mengejawantahkan akalbulus propaganda Peak Oil ini dirancang untuk duatujuan.Yaitu menciptakan kelangkaan-buatan demi mendongkrak harga, dan memberikan negara sebuah alasan untuk mengorbankan standar hidup yang telah merekaperjuangkan dengan susah payah. Propaganda Peak Oil ini mendorong banyak negara sibuk mengembangkan minyak nabati/biofuel. Ini berujung pada food inflation. Efek lainnya, lahan pertanian untuk bahan pangan dengan sendirinya berkurang.

Dalam strategi manual CFR (Council on Foreign Relationship, NGO terbesar Yahudi yang berlindung di balik organisasi kebajikan masyarakat, berdiripada 1921), sebagaimana belakangan dirilis dalam publikasi Club of Rome (think tank global yang berkaitan dengan berbagai isu politik internasional, didirikan1968), sejak tiga dekade lalu dinyatakan bahwa pemerintah global perlu mengontrol populasi dunia melalui neo-feodalisme dengan menciptakan kelangkaan buatan.

Alhasil, sulit disangkal betapa teori minyak bumi berasal dari sisa fosil biologis zaman dahulu memanglah sebuah kebohongan besar dari para elit zionis-Illuminati (yang sejak awal menguasai bisnis minyak, media, dan institusi pendidikan). Illuminati menggunakan propaganda Peak Oil untuk mendongkrak harga minyak dan mengeksekusi rencana depopulasi dunia. TeoriPeak Oil ini buah otak kiri para elit dan industri perminyakan raksasa. Anda dintuntun untuk berpikir bahwa puncak minyak akan menjadi situasi yang sangat membahayakan eksisensi umat manusia, yang sesungguhnya kamuflase untuk pementasan agenda yang lain.

Bagikan ke: