Titin Supartini, Tukang Sayur dari Bandung Beromzet Rp90 Juta

Ilustrasi-Foto: Istimewa.

BANDUNG—Penjual sayur gerobakan keliling kampung mungkin hanya meruap omzet hanya cukup untuk menyambung hidup.  Bagi mereka hanya mimpi kalau sehari bisa memperoleh pendapat di atas Rp1 juta. Kalau pun terjadi bisa dihitung dengan jari, tetapi tidak setiap hari.

Lain ceritanya dengan Titin Supartini, pemilik Warung Abah di kawasan Surapati, Bandung, Jawa Barat. Dia menjual sayur mayur dan bahan sembako lainnya, tetapi bukan hanya fisik melainkan juga digital, hasilnya omzet bisa mencapai Rp90 juta per bulan.

Padahal Titin awalnya hanya memiliki kantin di salah satu universitas di Bandung sejak 2014. Ini dilakukan untuk menyediakan masakan dengan harga terjangkau bagi kalangan mahasiswa. Sayangnya, saat pandemi, kantin pun harus tutup.

Tidak putus asa, dia beralih membuka usaha sampingan di rumah dengan berjualan sayur-mayur sambil menjalani pekerjaannya sebagai pegawai negeri sipil.

“Awalnya memang jualan secara fisik dengan pasar para tetangga sekitar rumah, namun suatu ketika saya bertemu account manager dari grab yang menawarkannya masuk GrabMart.  Mulanya memang bingung dan kewalahan melayani secara fisik maupun daring bersamaan,” papar Titin kepada awak media, Rabu (5/1/22).

Adanya pendampingan dari GrabMart, membuat  Titin mulai terbiasa dan akhirnya memberanikan diri memperluas bisnisnya.  Dia kemudian menambah stok barang serta mulai berjualan barang-barang kebutuhan dasar lain seperti beras dan telur. Akhirnya omzet melesat menjadi puluhan juta rupiah per bulan.

Alhasil, pendapatan per harinya pun semakin meningkat, bahkan dalam satu bulan bisa mendapatkan omzet sebesar Rp90 juta, di mana hampir sebagian besar berasal dari GrabMart.

Titin pun sudah bisa membeli 1 kulkas dan 3 freezer memperbanyak stok jualan di warung. Dia pun bisa menambah karyawan untuk membantu di warung.

Tentunya dia menjaga kualitas barang agar memberikan kualitas barang-barang yang ia jual tetapi juga kepuasan para konsumen. Titin juga siap melayani komunikasi dengan konsumennya.

“Biasanya kalau ada barang yangkurang dan harus diganti saya selalu menghubungi konsumen secara langsung dan menjelaskannya sendiri. Dengan adanya komunikasi langsung antara saya dan konsumen, konsumen pun lebih percaya dan ke depannya akan kembali lagi untuk membeli di tempat kami,” pungkasnya.

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *