Tingkatkan Penjualan Haji Khusus dan Umrah, Bank Muamalat Gandeng Patuna

Ki-ka : Direktur Utama Patuna Syam Resfiadi dan
Direktur Utama PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Achmad K. Permana (kana) dan Direktur Utama Patuna Syam Resfiadi (kiri) dalam silaturahmi dan peresmian kerja sama produk pembiayaan Prohajj Plus di Muamalat Tower, Jakarta, Selasa, (22/11).

Jakarta (Peluang) :  Bank Mualamat kuasai 42 persen pasar haji dengan kemudahan pelayanan bagi jamaah.

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (Bank Muamalat) bekerja sama dengan PT Patuna Mekar Jaya (Patuna) dalam penyaluran pembiayaan haji khusus (Prohajj Plus) dan umrah. 

Direktur Utama Bank Muamalat Achmad K. Permana mengatakan, Prohajj Plus dan umrah ditargetkan menjadi penopang utama bisnis Bank Muamalat di segmen konsumer. “Apalagi saat ini Bank Muamalat memimpin pangsa pasar haji plus sebesar 42 persen,” ujar Permana dalam rilisnya, Rabu (23/11/2022).

Dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP) Bank Muamalat, maka segmen haji dan umrah menjadi salah satu fokus bisnis perseroan.

“Kami mendapatkan mandat dari BPKH selaku PSP untuk lebih fokus pada ekosistem haji dan umrah,” kata Permana.

Sebagai bank pertama murni syariah tentu saja Bank Muamalat memaksimalkan potensi bisnis di segmen tersebut. “Salah satunya melalui produk Prohajj Plus yang menggandeng perusahaan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) terkemuka di Tanah Air,” ujar Permana.

Selain itu, jelas Permana, dengan posisi BPKH sebagai PSP Bank Muamalat maka secara tidak langsung keuntungan yang diraih oleh perseroan akan kembali lagi kepada jemaah haji melalui BPKH. 

Prohajj Plus merupakan layanan pembiayaan pengurusan haji khusus dari Bank Muamalat yang memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mendaftar haji lebih cepat tanpa perlu menabung lebih lama. 

Selain Prohajj Plus Bank Muamalat juga meluncurkan pembiayaan umrah bekerja sama dengan perusahaan travel pilihan.

Seperti diketahui, sejak Oktober 2021 lalu pemerintah Arab Saudi secara resmi telah mengizinkan pelaksanaan ibadah umrah bagi jemaah dari Indonesia seiring dengan laju perkembangan Covid-19 di Indonesia yang terus membaik. 

Hal tersebut kemudian diikuti dengan dibukanya kembali penyelenggaraan ibadah haji bagi orang dari luar kerajaan pada tahun 2022. (S1).

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *