Tindakan Tegas KPP Tingkatkan Produksi Ikan Tangkap

Jakarta, Kinerja Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) makin nyata. Terutama dalam memberantas praktik pencurian ikan atau ilegal unreported unregulated fishing (IUUF). Pada Senin (22/2) kembali 30 kapal ditenggelamkan.

Tindakan tegas yang dilakukan KKP dibawah kepemimpinan Susi Pujiastuti ini telah membawa hasil menggembirakan bagi peningkatan produksi ikan tangkap. Pada periode 2015 berhasil menangkap sebanyak 8,5 juta ton. Dengan total nilai sekitar 8,5 miliar dollar AS. Selain itu juga terjadi penghematan bahan bakar minyak (BBM) mencapai 37% dari to
suusiiital pemakaian BBM nasional.

Untuk menjaga kelangsungan kinerja tersebut telah dibentuk Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Pencurian Ikan, berjuluk Satgas 115. Sekarang diketuai Laksamana Muda TNI Arie H Sembiring. Sebelumnya Ketua Pelaksana Harian Satgas 11‎5 dijabat oleh Laksamana Madya TNI Widodo.

Menurut Susi ini bukti kalau pemerintah serius menjadikan laut sebagai masadepan bangsa Indonesia. Dikatakannya ‎Satgas 115 merupakan sebuah komitmen pemerintah Indonesia untuk mengatasi IUUF yang kerap terjadi di laut Indonesia. “Kondisi ini menunjukkan terealisasikannya laut sebagai masa depan bangsa menjadi nyata seperti yang pernah Presiden Jokowi programkan,” jelasnya di Jakarta, Senin (22/2/2016).

Susi kembali tegaskan, Satgas 115 ini telah memberi banyak kontribusi pada perekonomian Indonesia dari sektor kelautan sekaligus memberi efek jera bagi pencuri ikan.

Atas kinerja yang dilakukan instansinya, Susi ingin memberi reward. Dia berjanji segera mengusulkan pemberian tunjangan kinerja (tunkin) sebesar dua kali dari gaji yang diterima pegawai KKP saat ini. Rencananya usulan tersebut akan diajukan saat rapat kabinet. Bentuk kesejahteraan ini diusahakan terealisasi pada tahun ini.

Susi menambahkan tak hanya pegawai KKP yang diusulkan tetapi juga pihak-pihak yang berkontribusi pada pemberantasan IUUF. Menteri KKP juga akan memperjuangkan Angkatan Laut (AL) mendapatkan hal yang sama. “Nanti kalau sidang kabinet akan kita usulkan, supaya kinerjanya makin profesional dan semaksimum mungkin, semga usulan tersebut didengar di kabinet,” ujar Susi.

Susi menandaskan bahwa remunerasi masih rendah sehingga menyebabkan hal-hal tidak patut dilakukan pegawai demi mencukupi kebutuhannya. Saw/dbs.

Bagikan ke: