Think Out Of The Box

Penjualan produk non semen akan lebih digenjot untuk merealisasikan pencapaian target. Seluruh lini bisnis yang ada diminta untuk jeli melihat potensi bisnis.

PERSAINGAN di industri bahan bangunan terutama persemenan yang semakin ketat tidak melunturkan optimisme Koperasi Warga Semen Gresik (KWSG). Koperasi yang masuk dalam 300 besar koperasi dunia ini mematok target pertumbuhan pendapatan pada tahun ini sebesar 13% dari tahun lalu.

Pada 2016, harga semen mengalami kontraksi karena kompetisi yang kian tajam sehingga mengakibatkan perbedaan harga yang mencolok di pasar. Akibatnya, produsen dan pihak distributor keuntungannya ikut berkurang. Padahal perdagangan bahan bangunan (PBB) khususnya semen memberi kontribusi sangat besar sekitar 90% bagi pendapatan KWSG.

Kondisi serupa diperkirakan masih akan berlanjut pada tahun ini. Menurut Edi Kartika, Ketua Pengurus KWSG  peta bisnis penjualan bahan bangunan masih tak jauh beda dengan tahun lalu.. Jika tidak disikapi dengan strategi bisnis yang dinamis dan terencana, akan berdampak pada kinerja bisnis PBB KWSG. “Kita tahu bahwa saat ini harga semen kian tertekan akibat persaingan industri semen yang makin sengit. Penurunan harga semen yang signifikan berimbas pada tidak tercapainya target pendapatan”, ujar Edi Kartika seperti dlansir dari situs resmi KWSG.

Dalam kondisi yang penuh tantangan, KWSG menargetkan pendapatan sebesar Rp3,29 triliun. Oleh karenanya, Pengurus meminta seluruh lini bisnis yang ada seperti ekspedisi, perdagangan umum, dan ritel & resto harus berpikir di luar kotak (think out of the box). Selain itu, memastikan seluruh rencana strategis sesuai dengan fakta di lapangan.

Salah satu jurus yang diterapkan KWSG dalam upaya merealisasikan targetnya adalah menggenjot penjualan selain semen yaitu besi, gress board (GRB) dan unit bisnis non PBB. Dengan begitu akan ada alternatif pendapatan jika harga semen tidak kunjung membaik. Meski harus diakui, penjualan semen akan sangat berdampak terhadap kinerja perusahaan karena kontribusinya yang jumbo.

Untuk produk GRB penjualannya mulai menunjukkan sinyal positif. Oleh karenanya, Pengurus meminta agar kualitas produknya  dapat dipertahankan untuk mengurangi komplain dari distributor. Apalagi, produk ini sudah merambah hingga keluar pulau Jawa sehingga memerlukan pengawasan secara berkesinambungan.

Keseriusan Pengurus untuk mencapai target terlihat dari peluncuran 22 armada truk berukuran ¾  beberapa waktu lalu. Tidak tanggung-tanggung, investasi yang ditanamkan pada armada truk mencapai Rp5,5 miliar. Penambahan armada ini membuktikan kesiapan KWSG untuk mendukung gerak ekspansi Semen Indonesia sebagai induk perusahaan. Selain itu, penambahan armada truk diharapkan dapat mendukung kelancaran distribusi Semen Gresik dan GRB di regional bisnis PBB masing-masing.   (Drajat)

Bagikan ke: