The Power of Dream

Nasib bisa diubah dengan kerja keras, demikian keyakinan Fitri. Hal itu didasarkan pada pengalaman hidupnya yang sempat menggeluti beberapa usaha sebelum mengelola bisnis penginapan, Wisma Fits Harapan Kita.

fitriana

Fitriana Hamzah, owner Wisma Fits Harapan Kita, Slipi Jakarta termasuk orang yang menyukai hal-hal baru. Termasuk dalam bisnis, ia senang menjalani sektor bisnis yang baru. Ia tidak segan untuk belajar dan berusaha sekuat tenaga untuk merealisasikan mimpi-mimpinya. Salah satu mimpinya adalah memiliki usaha penginapan yang akhirnya terealisasi .

Menurut Fitri, bisnis penginapan merupakan obsesinya sejak lama. Pasalnya, ia senang dengan aktivitas merenovasi atau ngoprak-oprek dan mendesain. Selain itu, usaha penginapan dinilai cocok dengan sifatnya yang menyukai kerapihan, kebersihan, kenyamanan. “Bisa dibilang usaha penginapan ini adalah mimpi yang jadi kenyataan,” ujar wanita kelahiran Bogor, 12 Juni 1959 ini.

Wisma Fits yang terletak di komplek RSAB Harapan Kita sendiri lahir dari pengamatannya di lingkungan tersebut. Sebab, di rumah sakit itu ia mengelola sebuah restoran. Wanita yang pernah belajar di Manajemen Prasetya Mulya ini menilai kondisi kos-kosan yang ada di lokasi sekitar kurang bersih. Padahal, keluarga pasien butuh kenyamanan untuk istirahat selama lelah menunggu pasien.

Bangunan wisma bukanlah bangunan gedung baru tetapi merenovasi gedung milik Kementerian Kesehatan yang awalnya difungsikan sebagai asrama siswa kebidanan. Seluruh biaya renovasi berasal dari koceknya sendiri. Diberi nama Fits karena terinspirasi dari nama depannya, Fit. Selain itu, fit dalam bahasa Inggris berarti sehat.

Fasilitas yang ada di wisma ini cukup representatif dan bisa dibilang setara hotel bintang tiga. Awalnya wisma itu memiliki 100 kamar. Namun setelah direnovasi ada ruangan yang diubah menjadi kafe, ruang pertemuan, dan restoran. Wisma Fits memiliki ruang pertemuan berkapasitas 100 orang dan 50 orang. Setelah renovasi, terdapat 86 kamar dengan jenis VIP dan standard/deluxe.

Soal harga, kata wanita yang punya hobi senam dan joging ini cukup kompetitif. Harga kamar standar sebesar Rp400 ribu– Rp500 ribu per hari, termasuk layanan cuci pakaian. Sedangkan untuk kamar VIP sebesar Rp1,5 juta per hari. “Besarnya tarif menginap dengan melihat fasilitas yang diberikan rasanya cukup wajar,” ujar Wakil Komisi Tetap Bidang Pariwisata & Budaya Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) ini.

Wisma Fits mulai beroperasi pada 2014. Diakui oleh wanita yang pernah belajar di sekolah de Mono, dua tahun pertama adalah masa-masa sulit. Selain minimnya tamu yang menginap juga perlu mengeluarkan biaya. Namun menginjak tahun ketiga, pendapatannya mulai meningkat.

Selama ini tamu Wisma Fits tidak hanya keluarga pasien saja tetapi berasal dari masyarakat umum, dokter maupun asosiasi kebidanan atau perawat. Untuk meningkatkan jumlah tamu, ia bekerja dengan perusahaan agen travel online dan pariwisata seperti traveloka, pegi-pegi, dan lain sebagainya.

Ke depan, Fitri berharap dapat menjalin kerja sama serupa dengan instansi lain seperti pemerintah provinsi (Pemprov). Di Jakarta saja, banyak Pemprov yang memiliki asrama atau wisma seperti Wisma Lampung, Aceh, dan lain-lain. Jika kerja sama ini terelisasi bisa diterapkan di daerah-daerah. “Mungkin nanti kelasnya bisa naik menjadi hotel Fits,” ujarnya.

fitriana-wisma-fit

Kualitas Layanan

Sebelum terjun ke bisnis penginapan, ia pernah menggeluti beberapa usaha di antaranya percetakan, salon, kuliner, dan konstruksi. Fitri yang tercatat sebagai anggota Kadin Korwil Tengah ini pernah menjadi terwaralaba resto California Fried Chicken (CFC). Di bisnis ia terbilang sukses karena bisa memiliki 5 outlet di beberapa tempat dan balik modal hanya dalam waktu satu tahun.

Berhasil dalam mengembangkan CFC menginspirasinya untuk membuat usaha sejenis dengan merek lokal yaitu Jakarta Fried Chicken (JFC). Dengan pengalamannya di bisnis restoran, tidak sulit bagi Fitri untuk menggenjot bisnis JFC yang kini memiliki 5 outlet. Salah satu gerainya yang cukup berhasil berada di RSAB Harapan Kita dan RS Jantung Harapan Kita, Jakarta.

Sesuai pengalamannya selama ini, Seperti di Wisma Fits yang mempekerjakan 40 karyawan, ia mewanti-wanti agar memberikan pelayanan prima kepada tamu . “Utamakan kualitas layanan untuk mengembangkan usaha,” ujar Fitri.

Kini, di usianya yang menginjak 57 tahun, Fitri menikmati hasil kerja kerasnya. Mimpinya memiliki bisnis penginapan sudah terwujud meski belum 100% sempurna. Ia masih memimpikan tersebarnya jaringan hotel Fits di seluruh daerah di Indonesia. Semoga mimpinya itu bakal terwujud. (Drajat)

Bagikan ke: