Tetap Tumbuh di Tengah Perlambatan Ekonomi

Kodanua melakukan terobosan dengan menaikan batas pinjaman menjadi Rp 2 miliar dengan tenor 2 tahun.

medium-term-notes-2

Ekspektasi perekonomian di awal 2016 ternyata berbeda dengan realisasi. Sepanjang tahun lalu, perekonomian nasional melambat meski masih tumbuh positif. Hal  ini berdampak terhadap daya beli masyarakat, termasuk anggota koperasi.

Soepriyono, Ketua Umum KSP Kodanua mengatakan, di tengah situasi makro ekonomi yang melambat, koperasi yang dipimpinnya tetap bisa menunjukkan pertumbuhan usaha yang stabil. “Kodanua berhasil melalui 2016 dengan kinerja positif,” ujarnya dalam Rapat Anggota Khusus Kodanua yang digelar pada 24 Desember 2016 di Jakarta.

Dari sisi keuangan per 31 Oktober 2016, pendapatan Kodanua sebesar Rp28 miliar. Rasio pendapatan terhadap aset sebesar 18% yang menunjukkan setiap aset yang dikelola mampu menghasilkan pendapatan yang lebih baik. Sedangkan rasio modal dibanding pinjaman sebesar 97% yang berarti tingkat swadaya modal dari anggota cukup baik. SHU sebesar Rp1,16 miliar, turun secara year to date (ytd) yang sebesar Rp2,23 miliar.

Kodanua juga berhasil menjaga semangat koperasi sebagai kumpulan orang yang ditunjukkan dari stabilnya jumlah anggota. Hal ini menandakan kepercayaan anggota yang terjaga terhadap koperasi.

Soepriyono menambahkan, Kodanua melaksanakan tanggung jawab sosial (CSR) sepanjang tahun 2016. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi bidang pendidikan, sosial, dan keagamaan. “Koperasi tidak boleh alpa melaksanakan CSR,” ujarnya.

Memasuki 2017, Kodanua telah menyusun strategi agar usahanya semakin berkembang. Koperasi yang berkantor pusat di Jelambar Jakarta Barat ini akan fokus pada beberapa hal seperti membangun sistem manajemen informasi yang akurat dan transparan; memperluas jaringan usaha; dan memperkuat permodalan sendiri.

Di bidang usaha, koperasi membuat terobosan dengan meningkatkan plafon pinjaman menjadi Rp2 miliar dengan tenor 2 tahun dan penetapan batas saldo minimal tabungan yang mendapatkan jasa dan menyesuaikan suku bunga acuan Bank Indonesia. Selain itu, koperasi juga akan meningkatkan program jaminan kematian dan program DARESMA (Dana Risiko Bersama), sehingga jika peminjam meninggal dunia maka angsurannya lunas.

medium-term-notes-1

Dengan strategi dan sejumlah terobosan yang disusun, Soepriyono yakin kepercayaan anggota terhadap koperasi dapat terjaga. Apalagi, selama ini Kodanua selalu memberikan hasil usaha secara transparan dan proporsional. (Drajat).

 

Bagikan ke: