Tetap Tumbuh di Masa Sulit

Bertambahnya jumlah anggota dan aset koperasi, membuktikan KSP-SB mampu bertahan di tengah tekanan ekonomi. Kepercayaan dari masyarakat pun terjaga karena tata kelola koperasi yang baik.

Tahun 2014 telah berlalu dengan segala dinamika yang terjadi. KSP Sejahtera Bersama (KSP-SB) mampu melewati tahun yang penuh tantangan tersebut dengan pencapaian yang positif. Meski tidak mencapai target, namun perjalanan koperasi ini sudah berada dalam jalur yang benar.

Dang Zeany Kurdinansyah, Ketua Pengurus KSP-SB mengatakan, perlambatan ekonomi yang terjadi pada tahun lalu berdampak terhadap perkembangan dunia usaha. Terlebih bagi koperasi yang menghadapi risiko regulasi akibat dibatalkannya UU No.17 Tahun 2012 pada Mei 2014. “Usaha koperasi akhirnya menyesuaikan dengan regulasi yang lama,” ucapnya dalam RAT KSP-SB Tahun Buku 2014, Sabtu 28 Maret 2015 di Bogor Jawa Barat.

Padahal, KSP-SB sudah mentransformasikan bisnisnya sesuai dengan regulasi baru tersebut. Tentu bukan hal mudah untuk mengubah arah bisnis koperasi.

Memasuki tahun 2015 ini, kata Zeany, Pengurus perlu memacu kerjanya lebih keras. Seperti diprediksi, kondisi makro ekonomi belum tentu lebih baik dari tahun lalu. Selain itu, perebutan dalam menjaring dana anggota semakin sengit.

Target besar penambahan 1 juta anggota merupakan tantangan besar yang perlu ditindaklanjuti dalam aksi nyata. “Pengurus akan bekerja lebih keras lagi dalam mencapai target koperasi,” ujarnya.

Pengurus sudah menyusun Rencana Kerja Tahun 2015, sebagaimana yang telah dibahas dalam Rapat Anggota Khusus, Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Koperasi (RAPBK) Tahun 2015.

Pertama, melakukan perbaikan dan meningkatkan kinerja dibidang organisasi dan manajemen. Serta melaksanakan kegiatan rutin seperti rapat-rapat evaluasi, penyusunan RAPBK Tahun 2016 dan RAT Tahun Buku 2015.

Kedua, meningkatkan pengembangan sistem informasi manajemen dengan cara mengintegrasikan Tabungan Koperasi Indonesia Koin Sejahtera KSP-SB dengan jaringan ATM dan internet banking seperti link ATM bersama dan prima.

Dengan jaringan yang terintegrasi, semakin memberikan kemudahan bagi anggota dalam melakukan transaksi. Selain itu, fasilitas yang terhubung dengan perbankan berpotensi untuk menjaring anggota baru.

Ketiga, memperluas jaringan usaha simpan pinjam dengan mengembangkan potensi wilayah yang ada. Targetnya membuka 16 kantor cabang simpanan dan 8 kantor khusus pelayanan pinjaman KSP-SB di daerah tertentu sesuai situasi dan kondisi.

Perluasan jaringan pelayanan ini akan memberikan manfaat besar bagi koperasi. Selain dapat meningkatkan volume usaha, branding KSP-SB juga makin meluas dan terkenal.

Ketiga, meningkatkan penyaluran pinjaman di setiap daerah sehingga tercapai perbandingan rasio simpanan dan pinjaman (LDR) sebesar minimal 80% sesuai ketentuan UU dan Peraturan Pemerintah.

“Pengurus berkomitmen untuk mengembangkan usaha koperasi agar lebih besar lagi,” ucap Zaeny.

 

Kinerja 2014

 

Dampak dari perlambatan ekonomi terlihat dalam pencapaian kinerja KSP-SB selama tahun 2014. Dari sisi sumber daya manusia (SDM), terjadi penurunan jumlah SDM sebesar 68,25%. Namun hal ini dikarenakan KSP-SB melakukan transformasi dari KSU menjadi KSP sehingga seluruh karyawan unit usaha perdagangan (SB Mart) dipisahkan dan tidak lagi tercatat sebagai karyawan KSP-SB.

Mitra Pemasaran tumbuh rata-rata sebesar 20,59 persen. Ini menunjukkan bahwa KSP-SB, kata Zaeny, mampu menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat.

Sedangkan, jumlah anggota sebanyak 71.789 orang atau tumbuh 32,83 persen dibanding tahun 2013 sebanyak 54.044 anggota. “KSP-SB tetap dipercaya oleh masyarakat,” ujar Zaeny.

Pinjaman yang disalurkan sebesar Rp 801,10 miliar dengan jumlah peminjam sebanyak 16.211 orang. Dengan jumlah pinjaman sebesar itu mencerminkan keberadaan koperasi dibutuhkan oleh anggota dan masyarakat.

Adapun jumlah simpanan pokok dan simpanan wajib yang berhasil terkumpul sebesar Rp 27,49 miliar. Pertumbuhan Tabungan dan Simpanan Berjangka melonjak tajam sebesar 63.94 persen menjadi sebesar Rp1,5 triliun dibanding tahun 2013 sebesar Rp 924,34 miliar.

Melonjaknya jumlah Tabungan dan Simpanan Berjangka menggambarkan minat yang tinggi dari masyarakat untuk menempatkan dananya di KSP-SB. Masyarakat dan anggota menilai penempatan dana di koperasi lebih menguntungkan dibanding menabung pada lembaga keuangan lain.

Aset tumbuh 46,54 persen menjadi Rp 1,6 triliun dari sebelumnya sebesar Rp 1,09 triliun. Sedangkan pendapatan sebesar Rp 652 miliar atau naik 13,79 persen dibanding tahun 2013 sebesar Rp 573,19 miliar.

Meski demikian, SHU mengalami penurunan menjadi sebesar Rp 75 juta atau turun sebesar 49,63 dari tahun 2013 sebesar Rp 150,12 juta.

 

RAT KSB

Memberi Nilai Tambah

Pada kesempatan sama, Muhammad Taufik dari Kementerian Koperasi dan UKM mengatakan, target 1 juta anggota akan memberikan dampak luar biasa bagi perekonomian.

Ia mengilustrasikan koperasi seperti ajaran salat berjamaah dalam Islam. Dengan berjamaah, pahala yang didapat pun akan berlipat ganda, mencapai 27 kali lipat. “Berkoperasi harus memberi keuntungan berlipat bagi anggota,” ujarnya.

Taufik menekankan, dengan berkoperasi ada tiga hal yang ingin dicapai, yaitu menambah nilai dan manfaat ekonomi, menambah nilai dan manfaat sosial, serta menambah nilai dan manfaat budaya.

Oleh karena itu, jika anggota koperasi tidak mendapatkan ketiga atau salah satu dari tiga manfaat tersebut, sebaiknya berpikir ulang untuk menjadi anggota.

Senada dengan Taufik, Salekan Asisten Deputi Urusan Organisasi dan Badan Hukum Kementerian Koperasi dan UKM, mengatakan koperasi seperti KSP-SB harus memberikan manfaat bagi anggota dan masyarakat.

Ia mengingatkan koperasi itu dibangun dalam rangka memperjuangkan kepentingan ekonomi anggota yang arahnya kesejahteraan. Oleh karena itu, kalau koperasinya besar, anggotanya juga harus ikut besar. Jangan koperasinya saja yang besar tetapi anggotanya ketinggalan. “Kesejahteraan anggota menjadi prioritas utama,” ujar Salekan.

Menurutnya, ada empat semangat tugas Pengurus dan Pengawas terhadap anggota koperasi yaitu semangat mendirikan, menggunakan jasanya, mengembangkan, dan membesarkan.

Ke depan, ia berharap KSP-SB tetap menjadi koperasi terbesar dengan tata kelola yang baik. Sehingga dapat memberikan manfaat ekonomis dan nonekonomis kepada anggota khususnya, dan masyarakat pada umumnya.

Bagikan ke: