Tempe Crispy Sukabumi Sudah Ekspor hingga Norwegia

Ilustrasi-Foto: Istimewa.

SUKABUMI—Perusahaan tempatnya bekerja  gulung tikar, tetapi bukan kiamat bagi Vivi Herviany. Dia bersama suaminya  segera pulang ke Sukabumi untuk “move on”, meminjam istilah anak muda pada 2008.

Pasutri ini mengalami jatuh bangun dalam pekerjaan dan usahanya sehingga akhirnya mereka memutuskan untuk fokus mengolah usaha tempe crispy pada akhir2014 dengan pertimbangan karena tempe makanan tradisional Indonesia dan digemari berbagai kalangan.

“Kami memberi merk produk kami KAHLA yang artinya berkah dari langit. Kami berharap usaha ini mendapatkan keberkahan dari Allah SWT tidak hanya untuk kami akan tetapi juga berkah untuk orang-orang di sekeliling kami,” kata Vivi dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (3/7/21).

Dalam perjalanan usahanya, Vivi bergabung menjadi mitra binaan Pertamina melalui info dari temannya yang sudah bergabung terlebih dahulu.  Dengan modal yang didapat sangat bermanfaat untuk mengembangkan usahanya. Berawal dikerjakan berdua hingga kini mempunyai 6 orang karyawan.

Awalnya produksi sedikit sekarang meningkat, dan buyer lebih percaya. Omset yang didapat bisa mencapai Rp40 juta per bulan. Pertamina juga membantu dan mendukung pemasaran dan promosi sehingga produknya lebih dikenal masyarakat luas, walaupun saat ini masih secara daring.

Tempe Crispy yang diproduksinya telah diekspor ke beberapa negara, diantaranya Australia, Malaysia, Norwegia, Kanada dan New Zealand. Saat ini juga tengah bernegosiasi dengan pihak dari Sudan, Vietnam, Belanda, Arab Saudi, dan Kamboja.

“Kami sudah menandatangani nota kesepahaman dengan salah satu buyer, semoga bisa segera berjalan dalam waktu dekat,” ungkap Vivi.

Vivi mengaku telah membuat banyak varian antara lain Bonte (Abon tempe pedas), Tempe Crispy Sambel Toel, Tempe Baby Hot dengan campuran jengkol, teri, dan abon. Tempe Crispy Chips dengan tujuh rasa yaitu original, spicy hot, ayam bawang, sapi panggang, jagung bakar, balado dan keju. Tempe Stick Bumbu Rujak ada tiga rasa yaitu potongan buah honje, nanas, dan manga. Serta varian terakhir adalah Seblak Tempe.

Sementara Unit Manager Communication, Relations & CSR Pemasaran Regional Jawa Bagian Barat, Eko Kristiawan, mengatakanm “Melalui Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil, Pertamina terus berupaya menggerakan ekonomi masyarakat melalui pembinaan usaha mikro kecil, agar dapat berkembang dan mandiri.

“Kami turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) poin 8 yaitu menyediakan pekerjaan yang layak dan mendukung pertumbuhan ekonomi,” tuturnya.

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *