Telkom Siap Ekspansi ke Selandia Baru

BUMN sektor komunikasi, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom), terus melebarkan ekspansi bisnis ke pasar global. Kali ini, perusahaan berkode emiten TLKM itu bakal mengakuisisi 27% saham operator asal Selandia Baru, Telecom New Zealand.

Direktur Utama Telkom Arief Yahya menegaskan hal tersebut. Dia mengatakan perseroan tengah melakukan due diligence atau uji tuntas. “Telkom membidik saham Telecom NZ sebagi sinergi dengan strategi untuk menjadi pemain global. Saham yang dibidik berasal dari private equity,” kata Arief dalam rilisnya Februari lalu.

Untuk memperlancar aksi korporasi itu,  Telkom  akan menggunakan sumber pendanaan dari internal dan eksternal. Sayangnya, Arief enggan menyebutkan nilai investasi dengan alasan masih dalam proses uji tuntas.

“Namun, kami (Telkom) memiliki aktiva lancar sekitar Rp40 triliun,” ujarnya.

Jika berhasil mengimplementasikan rencananya tersebut, akuisisi itu akan memperkuat bisnis layanan komunikasi dan data yang dimiliki anak usahanya, seperti Telkomsel.

Sesuai laporan keuangan semester I tahun 2014, Telkomsel memiliki rasio pendapatan sebelum dikurangi pajak dan biaya atau earning before interest depreciation amortization (EBITDA) pada kisaran 55%. Margin itu terbilang tinggi di tengah peningkatan persaingan di industri jasa komunikasi ini.

“Telkomsel bisa menjaga efisiensi dengan average revenue per user (ARPU) sekitar US$3. Bayangkan kalau best practice (kinerja positif) Telkomsel itu dibawa ke Telecom New Zealand yang ARPU-nya masih sekitar US$50 untuk layanan data dan 15 untuk suara. Ini dapat menjadi kekuatan dari Telkom Grup. Bisnis perseroan akan lebih maksimal,” ujar Arief.

Di situs resminya pada 8 Agustus 2014, Telecom New Zealand telah memperkenalkan merek baru menjadi Spark. Berdasarkan laporan keuangan semester I tahun ini, Spark membukukan kinerja positif. Perseroan memiliki sekitar 2 juta pelanggan seluler dan 669 ribu pengguna broadband.

Sementara itu, pendapatan pada paruh pertama tahun ini dari Spark mencapai sekitar US$3,638 miliar. Besaran itu turun 2,6% bila dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya.

Namun, perseroan menghimpun laba bersih mencapai US$460 juta. Nilai keuntungan itu tumbuh 93,3% dari posisi akhir Juni tahun lalu.

Menurut rencana, tahun ini Spark berinvestasi besar guna memaksimalkan frekuensi 700 MHz dengan nilai investasi sekitar US$158 juta.Dongkrak saham Sejumlah analis memprediksi aksi akuisisi Telkom ke Selandia Baru tersebut bisa menjadi katalis baru bagi saham operator pelat merah itu. Performa saham Telkom pada semester I 2014 sejauh ini tercatat pada level Rp2.785 per lembar atau naik 48% dari harga saham pada akhir 2012.

“Pergerakan saham TLKM dalam jangka menengah panjang masih dalam saluran tren naik,” ujar Head of Research KSK Financial Group David Cornelis melalui telepon.

Untuk jangka pendek, kata David, konsolidasi di area atas masih bergerak selama satu bulan terakhir setelah sempat mencetak kenaikan tertinggi di pertengahan bulan Agustus. “Dua pekan terakhir mengalami koreksi secara teknis,” jelasnya.

PT Telkom

Saat ini harga saham Telkom dalam posisi netral. “Belum masuk zona jenuh jual dengan tingkat dukungan pada level Rp2.625,” tambahnya.

Bagikan ke: