Pemerintah Targetkan Serap 10 Juta Tenaga Kerja hingga 2019

tenaga kerjaJakarta – Meski pilihan menjadi pengusaha sudah diwacanakan dan dikampanyekan. Hasilnya pun mulai terasa banyak generasi muda memilih bidang tersebut. Tetapi Indonesia masih dalam posisi negara berkembang. Salah satu ciri khasnya memiliki jumlah angkatan kerja yang melimpah. Tak heran jika setiap acara job fair lowongan kerja selalu dibanjiri peminat.
Pilihan menjadi karyawan atau pegawai intinya masih mendominasi. Tak lain dengan kerja tak perlu banyak modal dan juga pengalaman. Sedangkan menjadi pengusaha perlu ketrampilan, jaringan juga modal. Menghadapi kondisi ini pemerintah mau tak mau harus siap dan wajib menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakatnya. Untuk sektor pekerja swasta yang mengatur adalah Kementerian Tenaga Kerja.
Mengikuti jaman modern yang era digital ini Kementerian Ketenagakerjaan meluncurkan aplikasi daring “Sistem Informasi 10 Juta Kesempatan Kerja” untuk mempermudah pencari kerja mendapat informasi lowongan pekerjaan dan menghubungkan mereka dengan pemberi kerja.

Aplikasi itu disusun keroyokan bersama 34 kementerian, 34 Lembaga Pemerintah Non-Kementerian (LPNK), 121 badan usaha milik negara, 15 pengelola kawasan industri, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA), dan International Labour Orgnization/Organisasi Buruh Internasional (ILO).

Koordinansi ini dilakukan institusi pimpinan Hanif Dakiri ini agar semua pihak dapat bersama-sama mendata kesempatan kerja yang tersedia. Tujuannya supaya hingga akhir 2019 target 10 juta kesempatan kerja terserap. “Dengan demikian semua data penciptaan lapangan kerja dapat termonitor, terukur dan tercatat dengan baik,” ujar Heri Sudarmanto, Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja, di Jakarta, Selasa (10/5).

Heri menambahkan pemerintah juga sedang menyusun program dan kegiatan bidang diklat kerja agar bisa mempersiapkan SDM untuk sektor-sektor pemerintah yang banyak menciptakan kesempatan kerja. Dengan demikian tidak lagi terjadi ketidakcocokan antara keluaran pendidikan dan keterampilan dengan pasar kerja.

Dengan adanya pendataan kesempatan kerja komprehensif juga dapat menjadi referensi penyusunan kebijakan pemerintah dan perencanaan investasi swasta dan masyarakat. Adanya data tersebut juga berguna bagi perencanaan di berbagai sektor seperti transportasi, perumahan, perbankan, industri, listrik, dan perdagangan. Saw/Dbs.

Bagikan ke: