Tahun 2023, Citibank Indonesia Targetkan Pertumbuhan Kredit Single Digit

Foto : Istimewa.

Jakarta (Peluang) : Citibank Indonesia optimis penyaluran kredit tumbuh positif yang ditopang melalui bisnis startup.

CEO Citibank Indonesia, Batara Sianturi menegaskan, pihaknya  optimistis penyaluran kredit akan tumbuh positif pada tahun depan meski kinerja di kuartal III 2022 masih tertekan. Optimisme ini dibarengi dengan pemulihan ekonomi nasional.

Bahkan menurutnya, Citibank memperkirakan pertumbuhan kredit masih berada di single digit pada 2023.

“Kita akan submit targetnya akhir bulan. Tapi mungkin single digit growth untuk Citi Indonesia di tahun depan,” ujar Batara Sianturi.

Ia menyebut pertumbuhan ekonomi tahun ini akan di atas 5 persen. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia akan bisa menjaga tingkat inflasi sehingga bisa menopang pertumbuhan kredit di semua segmen pada tahun 2023.

“Kami optimistis bahwa bagian dari pertumbuhan itu dari bisnis startup, dan transaksi banking bisa co-creation baru bisa ekspansi ke capital market,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bisnis strat up tersebut merupakan bagian dari commercial banking yang nantinya bisnis ini akan melalui beberapa step. Yakni mulai dari transaction banking yang kemudian mampu untuk masuk ke pasar modal.

Lebih lanjut, Batara menyatakan bahwa kredit yang akan disalurkan menyasar segmen khusus yang merupakan bagian komersial banking di bawahnya. Di antara segmen menengah seperti Small Medium Enterprise (SME) atau usaha kecil menengah (UKM).

Sebelumnya Citibank Indonesia mengalami penurunan pertumbuhan kredit sebesar 4,6 persen di kuartal III-2022. Ini dampak dari adanya penurunan di institutional banking pada klien refinancing dan repayment.

“Namun kami optimistis penurunan tersebut hanya bersifat sementara karena kredit Citi Indonesia sudah naik sekitar Rp1 triliun pada periode Oktober-November 2022,” ujar Batara.

Dengan penurunan tersebut, perusahaan memangkas target pertumbuhan kredit tahun ini menjadi 2 persen. Padahal sebelumnya, perusahaan masih yakin kredit mampu tumbuh di kisaran 6 persen pada 2022.

Di sisi lain, Citibank Indonesia berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih  sebesar Rp 1,1 triliun atau naik 31 secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal III-2022. Pertumbuhan laba ini didorong oleh lebih rendahnya biaya cadangan kerugian penurunan nilai kredit di lini institutional banking.

Tercatat kerugian penurunan nilai aset keuangan (impairment) perusahaan turun dari Rp 843,13 miliar pada September 2021 menjadi Rp 223,84 miliar pada September 2022.

Provisi kredit dibandingkan tahun lalu turun drastis, sehingga ada perbaikan dari realisasi portofolio institutional banking yang menjadi pendorong besar pertumbuhan laba naik 31 persen. 

Pertumbuhan ini juga didukung oleh kualitas dana pihak ketiga (DPK) yang berkelanjutan, dimana pertumbuhannya sebesar 10,2 persen. “Sehingga bank mampu mempertahankan rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) yang sehat sebesar 54 persen,” ujarnya.

Selain itu, ungkap Batara, pertumbuhan pendapatan juga tercatat naik sebesar 25 persen selama kuartal III-2022. 

Citi Indonesia juga memiliki tingkat kecukupan modal yang kokoh dengan Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) sebesar 28 persen. Gross NPL Citi Indonesia berada pada posisi yang stabil yaitu sebesar 3,30 persen.

Bagikan ke: