Tabiat Wakil Rakyat Tak Berubah

Sampai dengan bulan ke-8, tak sebiji pun mereka manghasilkan RUU. Dengan santai mereka menyalahkan pihak eksekutif. Padahal, koar-koar mereka di awal terkesan gagah. Mau menggunakan hak interpelasi-lah. Mau menggunakan hak mengajukan pendapat-lah (HMP), bahkan mau memakzulkan Presiden segala. Nyatanya? Mana bukti omong gede Fadli Zon dan Fahri Hamzah? Mana? Nonsens semua.

Kapan mereka bekerja sebagai wakil aspirasi dan kebutuhan rakyat? Ketika rakyat tercekik akibat kenaikan BBM, tarif dasar listrik, elpiji, yang diikuti kenaikan seluruhharga kebutuhan pokok, apa yang mereka lakukan? Kenapa tak mengemban amanat nurani rakyat yang mengutus mereka? Apa karya DPR RI, DPR Provinsi, DPR Kab/Kota dan DPD RI?

Jika dibanding-bandingkan, DPR periode 2014-19 (yang 476 orang)tak lebih baik dibanding DPR dua periode sebelum ini. Saya berpendapat,DPR periode 1999-2004 jauh lebih becus. Terpilih pasca pseudo-reformasi sukses memakzulkan Gusdur akibat kasus Buloggate dan Bruneigate. Itu bukan prestasi, atau gagah-gagahan ala demokrasi Amerika.

 

Darmis Edison

Payakumbuh, Sumatera Barat

 

Bagikan ke: