Survei Sun Life Ungkapkan Pelaku UMKM Indonesia Optimis Terhadap Kemajuan Ekonomi

Ilustrasi Pelaku UKM di Jember-Foto: NusantaraNews.

JAKARTA—Perusahaan Asuransi Jiwa Sun Life mengumukan Indeks Pertumbuhan Bisnis dan Resiliensi yang berisi survei terhadap 2.400 pelaku UMKM di tujuh negara Asia, yaitu Hong Kong, India, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura dan Vietnam selama 2021.

Salah satu haisl survei itu menunjukkan para pelaku UMKM di Indonesia optimis akan kemajuan ekonomi dan peluang pertumbuhan bisnis pada 2022.

Dalam survei itu para pelaku usaha berencana  untuk melakukan ekspansi bisnis, sekalipun banyak di antara mereka yang belum memiliki proteksi dari sejumlah risiko yang tengah dihadapi.

Sebanyak 354 pemilik bisnis di Indonesia menjadi responden dari survei ini. Berapa temuan penting dari survei untuk Indonesia, 95 persen mengharapkan peningkatan finansial pada bisnis mereka di 2022, dan 90 persen mengharapkan situasi ekonomi nasional membaik.

Kemudian, sebanyak 94 persen memiliki rencana untuk memperluas atau menumbuhkan bisnis mereka di 2022, dengan rencana terbanyak berupa memperluas produk/layanan yang ditawarkan (53 persen), digitalisasi untuk menumbuhkan bisnis (47 persen), mempekerjakan karyawan baru (29 persen), serta memperluas industri bisnis (31 persen).

Selanjutnya, sebanyak 52 persen responden melaporkan bahwa pandemi berdampak negatif pada bisnis mereka. Meski demikian, 31 persen menyatakan bisnis mereka justru mengalami pertumbuhan selama pandemi.

Kemudian, 97 persen melakukan adaptasi pada strategi bisnis yang diterapkan untuk bertahan selama pandemi, termasuk menambahkan metode baru pada jalur distribusi (61 persen), memvirtualisasikan bisnis mereka (61 persen), dan menawarkan produk baru (39 persen).

Pandemi dan risiko kesehatan lainnya (59 persen), penurunan permintaan (52 persen), dan meningkatnya pajak atau kebijakan terkait (50 persen) menjadi 3 risiko teratas yang dihadapi pelaku UKM.

“Pandemi menghadirkan tantangan yang luar biasa bagi pelaku usaha selama 2 tahun terakhir, dan kami sangat senang melihat bagimana para pemilik bisnis saat ini melihat prospek yang lebih positif di 2022,” ungkap Presiden Direktur Sun Life Indonesia Elin Waty, dalam keterangan persnya, Senin (28/3/22).

Laporan ini juga menemukan bahwa pelaku UKM memiliki tingkat optimisme yang positif terhadap peluang pertumbuhan yang lebih baik tahun ini, namun diimbangi dengan pemahaman bahwa mereka masih memiliki sejumlah risiko, terutama yang dipicu oleh pandemi.

Elin mengingkatkan, perencanaan keuangan dan proteksi menjadi aspek yang penting dimiliki, sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya resiliensi bagi para pelaku bisnis.

Indeks Pertumbuhan Bisnis dan Resiliensi dari Sun Life menganilisis sentimen dari pemilik bisnis terhadap situasi ekonomi secara umum, serta kondisi finansial dan rencana pertumbuhan pada 2022.

Laporan ini menemukan bahwa pemilik bisnis di Indonesia optimis akan prospek pertumbuhan di 2022, dengan skor 76 dari 100 – lebih tinggi dibanding skor rata-rata Asia yang berada di angka 65.   

Bagikan ke: