Sunah dan Anih Terima HRSH dari Kopsyah BMI

Ilustrasi-Foto: KlikBMI.

BOGOR—Bagi Sunah, 64 tahun tidur dengan angin malam yang menusuk kulit merupakan hal yang biasa. Janda tiga anak yang sudah berkeluarga ini memang tinggal di rumahnya di Desa Iwul, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor yang sudah tidak layak huni.

Bilamana hujan turun, air merembes jatuh ke lantai dari genteng atap rumahnya yang sudha berlubang. Kusan dan kayu penunjangnya pun sudah rapuh.  Sementara biliknya rusak ditambal papan dan jadi sarang tikus.

Kondisi yang sama juga dialami Anih. Kondisi rumahperajin tikar pandan tak jauh berbeda. Laba-laba bersarang di setiap sudut rumah, lantai yang hanya beralas tanah membuat suasana rumah terasa lembab dan basah. Atap warga Desa Babakan, Ciseeng. Bogor ini  bocor di sana-sini. Hawa malam yang dingin bebas keluar masuk karena geribik rumahnya mulai lapuk.

Namun nasib dua ibu itu berubah, ketika mereka mendapat Hibah Rumah Siap Huni (HRSH) non anggota ke 276 dan 277 oleh Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) pada Selasa (22/12/20).  Sunah dan Anih mengucapkan syukur tak terhingga.

“Alhamdulillah, Subhanallah, Terima Kasih ya Allah,” kata Sunah sembari menyeka airmata dengan kain baju gamis merahnya tersebut ketika menerima HRSH ini.

Penyerahan kunci diberikan secara simbolis oleh Presiden Direktur Koperasi BMI, Kamaruddin Batubara. Momentum ini menjadi sangat istimewa karena untuk pertama kalinya, BMI meresmikan dua rumah HRSH ke 276 dan 277 sekaligus dan yang pertama di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Acara peresmian tersebut disaksikan langsung oleh Deputi Pengawasan Kementerian Koperasi dan UKM Ahmad Zabadi, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bogor Asep Mulyana Sudrajat, Direktur Operasional Koperasi BMI Yayat Hidayatullah, Perwakilan Kecamatan Parung, Kades Babakan Apendi, Manager Ziswaf Kopsyah BMI Casmita, Manager Area V Kopsyah BMI Encep Toha Saputera Manajer Cabang Parung Kurtubi dan Manajer Cabang Ciseeng M Saeful.

Dalam sambutannya, Presiden Direktur Koperasi BMI, Kamaruddin Batubara mengatakan, HRSH yang diberikan kepada Sunah dan Anih yang merupakan non anggota Kopsyah BMI, sumber dana nya berasal dari infaq yang terkumpul dari seluruh anggota Kopsyah BMI.

Zakat, Infaq dan Sadaqah (ZIS) untuk Dhuafa yang diberikan Rp1.000 per minggu ini, bisa membantu kehidupan Anih dan Sunah dengan membangun HRSH senilai Rp25 juta. Sementara, ZIS bagi anggota bersumber dari dana kebajikan (1 persen setiap pencairan pembiayaan).

Sebesar 50 persen dari dana kebajikan  tersebut diperuntukkan untuk sosial pemberdayaan sementara 50 persen lagi dipakai untuk program pengembangan diri,

Kamaruddin menjelaskan selama Desember ini  BMI akan memberikan delapan unit rumah. BMI terus membagikan rumah karena kita menjalankan Peraturan Menteri Koperasi dan UKM Nomor 11 Tahun 2017 pasal 19 ayat 2 menyebutkan Koperasi Syariah wajib memiliki atau mengelola bagian Ziswaf.

“Pada Pasal 22 ayat 2 menyebutkan Ziswaf itu selain menghimpun dan juga harus menyalurkan. Dan ini yang kita lakukan pak dan jalankan sekarang,” ujar Kamarduddin seperti dikutip dari laman KlikBMI.

HRSH merupakan implementasi koperasi untuk tolong menolong sesuai dengan Al Maidah ayat 2. Dari 65 cabang , cabang Parung adalah yang paling sedikit. Hanya 189 anggota, karena banyak anggota yang menjadi anggota koperasi yang lain.

Kamaruddin Batubara-Foto: KlikBMI.

Hanya dengan wakaf dari anggota senilai Rp2.000 saja per minggu, Kopsyah BMI mencatat sejarah menjadi pengumpul wakaf terbaik nasional tahun 2019, hingga tahun ini jumlahnya mencapai Rp12 miliar lebih . Kopsyah BMI punya cita cita membeli sawah seluas 100 Hektare, saat ini sudah mempunyai 20 hektare di Cisoka, Tangerang.

Dari lahan 20 hektare yang sudah dibeli, diperuntukkan 10 hektare sawah, 5 hektare untuk perkebunan dan 5 hektare kawasan BMI (perkantoran, rumah sakit gratis, Masjid, Kawasan pendidikan (TK – PT), pabrik bio ethanol, pabrik pupuk hayati, pabrik beras dan air mineral).

“ini untuk semua, untuk anggota dan masyarakat,” pungkasnya.

Bagikan ke: