Suku Bunga Rendah, Saatnya Mengajukan Kredit

Financial Planner Aliyah Natasya pada diskusi secara virtual di Jakarta, Rabu (10/8/2022). foto : Peluang

Jakarta (Peluang) : Financial Planner Aliyah Natasya menyabut pengajuan kredit pada saat ini adalah waktu yang tepat, karena suku bunga perbankan yang masih rendah justru harus dimanfaatkan.

“Saat ini, justru waktu yang baik untuk segera pengajuan kredit. Karena kita bisa men-secure increase rate yang sekarang ada,” kata Aliyah, pada diskuri bertajuk “‘Inflansi dan Bayang-bayang Kenaikan Suku Bunga, Kapan Waktunya Kredit?”, secara virtual, Rabu (10/8/2022).

Dengan men-secure increase rate tersebut biasanya kredit itu sudah memiliki tenor. Sehingga nasabah dapat mengamankan juga tenor yang diberikan. Misalnya dengan tenor 1 tahun masa cicilan, atau 2 tahun, bisa juga 3 tahun atau 5 tahun. “Justru ini waktu yang baik untuk kita jika menyegerakan untuk segera mengajukan kredit,” ujarnya.

Untuk konsumsi kredit pada kuartal II tahun 2022 ini, menurutnya, malah lebih baik ketimbang sebelum pandemi Covid-19. Ini karena terefleksikan dari hasil survei Bank Indonesia yang menunjukkan, Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kredit baru sebesar 96,9 persen, lebih tinggi dari periode tiga bulan pertama tahun ini sebesar 64,8 persen.

“Data BI, tingkat konsumsi kredit justru jauh lebih baik dibanding kuartal II sebelum pandemi. Terutama kredit KPR, KTM, multiguna, semua tentang masyarakat kita optimislah di kuartal kedua dengan adanya pemulihan ekonomi,” ucapnya.

Meskipun diterba isu kenaikan suku bunga, Aliyah mengatakan, segmen kredit konsumsi dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) masih paling banyak diajukan oleh masyarakat.

“Masih ada dari kredit konsumsi atau UMKM, ini masih bagus banget. Apalagi kita masih dalam era suku bunga rendah,” kata Aliyah.

Pendapat yang sama diungkapkan oleh Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede. Tahun 2022 menurutnya, momentum yang tepat untuk mengajukan kredit namun terbatas. Pasalnya, suku bunga acuan BI yang rendah meringangkan masyarakat untuk mengajukan kredit. “Baik itu kredit untuk modal usaha, pembelian kendaraan, maupun Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Momentum ini sangat menarik untuk mengajukkan kredit karena suku bunga acuan BI belum naik.

Josua mengungkapkan, transmisi suku bunga perbankan juga belum begitu signifikan, sehingga tahun ini yang sangat baik untuk masyarakat dan pelaku usaha untuk memanfaatkan suku bunga yang belum naik.
Selain rendahnya suku bunga acuan BI, ada beberapa kebijakan pemerintah yang menjadi faktor mendorong masyarakat maupun pelaku usaha untuk mengajukan kredit, seperti adanya intensif yang masih akan dipertahankan. Misalkan kata Josua, DP untuk kendaraan bermotor, DP LTV rumah atau KPR, dan juga beberapa kebijakan lainnya yang masih dilakukan pelonggaran dari sisi regulator dan PPN ditanggung oleh pemerintah.

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.