Suku Bunga Acuan Naik 3,75 Persen

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. Foto : Istimewa

Jakarta (Peluang) : Bank Indonesia (BI) menilai pertumbuhan ekonomi masih terus melaju meski suku bunga acuan mengalami kenaikan 3,75 persen.

Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan, pertumbuhan ekonomi terus meningkat terbuktikan secara histori pada kuartal II 2022 berada di atas proyeksi BI sebesar 5,1 persen yakni 5,44 persen. Berbagai indikator menunjukkan pertumbuhan ekonomi kuartal III juga bisa lebih tinggi dari kuartal II.   

“Pertumbuhan ekonomi terus berada di atas proyeksi BI, meskipun suka bunga acuan naik 3,75 persen pada Selasa hari ini. Saya kira pada kuartal III juga tinggi dari yang diperkirakan,” kata Perry dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur di Jakarta. Selasa (23/8/2022).   

Ia menegaskan kenaikan suku bunga acuan menjadi 3,75 persen sudah menakar pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan diproyeksi akan terus meningkat.

“Pertumbuhan ekonomi bisa 5,5 persen pada kuartal III, dan secara keseluruhan 2022 bisa ke atas kisaran 4,5- 5,3 persen,” tambahnya.  

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 22-23 Agustus 2022 memutuskan untuk menaikkan BI 7 Day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3,75 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 3 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,5 persen.

Perkembangan tersebut menurut Perry, menjadi kenaikan suku bunga acuan pertama sejak BI terus mempertahankan suku bunga rendah 3,5 persen mulai 18 Februari 2021.

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.