Sudah OK belum OCE

KEBIASAN lama itu memang tak kunjung berubah, setiap ganti pejabat pasti ganti kebijakan. Memang tak selalu berakibat buruk. Buktinya sejumlah kebijakan baru yang dilansir Gubernur DKI Jakarta mendapat antusias publik cukup meriah. “Kalau Alexis memang sudah ditutup, tapi kebijakan di bidang perkoperasian belum kelihatan, padahal ini sudah 100 hari masa kerja pemerintah DKI Jakarta, kata Ketua Koperasi Serba Usaha (KSU) Tunas Jaya Sugiharto.

Pada dua masa kepemimpinan gubernur sebelumnya, kata pria kelahiran Klaten 1952 ini, pemihakan untuk usaha kecil dan koperasi hanya sebatas bibir saja. Nyatanya pedagang kaki lima terus digusur, dan usaha warung di perkampungan warga tutup diserbu minimarket modern. “Katanya sih bakal ada perbaikan dengan program OK OCE (One Kecamatan One Centre for Entreprenuership), sampai kini kan belum kelihatan pusat aktivitasnya. Menurut tokoh koperasi Jakarta ini, akan sangat bijak jika Pemda DKI memberdayakan program yang sebelumnya sudah ada. Dia menunjuk contoh Waserda atau warung serba ada yang dulu jadi ikon ekonomi Pemda DKI Jakarta. Waserda menurutnya sudah sangat bagus dan bisa difungsikan kembali untuk menghidupkan ekonomi

di perkampungan. Kalau pimpinannya memang sudah OK, tinggal programnya yang belum OCE,” gurau Sugiharto yang memang dikenal jago guyon.  (Ira)

Bagikan ke: