SOSIALISASI PIKO JELANG PELUNCURAN MASSAL

MENUJU koperasi dengan penerapan teknologi digital terdepan merupakan obsesi yang kini terus digarap serius oleh Koperasi Sejahtera Bersama (KSB). Langkah awal yang dimulai dengan menggelar RAT Elektronik (e-RAT) pertama di Indonesia mendapat apresiasi dari pemerintah sekaligus merebut penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI). Dengan jumlah anggota yang per November ini lebih dari 200.000 orang tersebar di 102 kantor cabang di enam provinsi se Jawa, KSB memang butuh teknologi digital guna mengakselerasi usaha, sekaligus meningkatkan efisiensi. Lantaran itu, KSB perlu melakukan kunjungan ke berbagai cabangnya guna sosialisasi proses layanan digital tersebut kepada anggota.

Saat mengunjungi sejumlah anggota di Kabupaten Kediri dan Surabaya, akhir Oktober lalu, Direktur Utama KSB Vini Noviani kembali menjelaskan program terkini yang segera diluncurkan yaitu PIKO (Pinjam Koperasi), layanan pinjaman berbasis financial technology (fintech).

“Saat ini, PIKO masih terus dalam proses uji coba di lingkungan internal KSB, sehingga jika terjadi error pada sistemnya dapat segera diketahui,” kata Vini. Sejauh ini, lanjut dia, hasil uji coba yang sudah dilakukan di kalangan anggota milenial di kota Bandung cukup positif. Mereka sudah bisa menggunakan PIKO untuk membeli ponsel, laptop hingga televisi.

Vini berharap, pada 2019  mendatang PIKO sudah siap diluncurkan dan digunakan secara massal.

 

Kantor Cabang Potensial

Kendati  berada cukup jauh dari ibu kota Jawa Timur,  namun potensi ekonomi ‘kota kecil’ Kediri cukup mencengangkan. Kota berpenduduk sekitar 291 ribu jiwa ini, mengantongi PDRB sebesar Rp116 triliun lantaran ditopang oleh industri pengolahan tembakau, terbesar adalah Pabrik Rokok Gudang Garam.

Potensi besar itu juga berimbas pada KSB Cabang Kediri yang merupakan salah satu cabang dengan pertumbuhan terbaik. Anggotanya tercatat 4.300 orang, terbanyak di antara cabang KSB.

Menurut Branch Manager KSB Kediri Su’udi, koperasinya memang menyasar anggota dari kalangan pensiunan Gudang Garam, namun sasaran potensial lainnya juga berasal dari kalangan pedagang dan pegawai. “Dengan jumlah karyawan sekitar 35 ribu orang itu, merupakan pasar yang sangat menjanjikan karena hampir setiap bulan dari kalangan karyawan pabrik rokok yang memasuki usia pensiun masuk menjadi anggota KSB,” jelas Su’udi.

Menurut Regional Manager Surabaya II, Mulyadi, pihaknya selalu melakukan ekspansi ke daerah-daerah yang punya potensi luar biasa, seperti Kediri, yang punya satu kantor cabang simpanan dan satu kantor cabang pinjaman.

“Dalam waktu dekat kantor cabang simpanan ini akan dikembangkan jadi Kantor Cabang Mayjen Sungkuno Kediri dan Jalan Mayjen S Parman Kediri. Kami punya kesiapan yang lebih mudah karena dua-duanya milik sendiri,” kata Mulyadi.  (Irm).

Bagikan ke: