Sinergi Kopjas BMI-Kopsyah BMI Gelar Diklat Staf Lapang

Kegiatan yang bertujuan untuk semakin mengasah kualitas karyawan garda terdepan ini diikuti oleh 90 peserta dari beberapa wilayah kerja Kopsyah BMI.

Kompetensi sumber daya manusia (SDM) berperan penting dalam mendukung tujuan perusahaan. Oleh karenanya, setiap entitas bisnis berlomba menggenjot mutu SDM agar dapat mencapai target yang ditetapkan. Tidak terkecuali bagi Kopsyah BMI. Koperasi besar berprestasi ini menaruh kepedulian yang tinggi pada upaya peningkatan kualitas karyawan.

Kamaruddin Batubara, biasa disapa Kambara, Direktur Utama Kopsyah BMI mengungkapkan, SDM yang mumpuni merupakan prasyarat untuk keberhasilan perusahaan. “Kami terus meningkatkan kompetensi karyawan agar layanan kepada anggota semakin prima,” ujar Kambara.

Salah satu upaya yang dilakukan Kopsyah BMI adalah menggelar Diklat Staf Lapang  pada 22 Juli lalu di Horison Ultima Ratu Hotel Serang Banten. Kegiatan ini diikuti oleh 90 Staf Lapang dari sebagian area 3 dan area 4,5,6 dan 7 (Kabupaten Serang, Kota Serang, Kabupaten Lebak, dan  Kabupaten Pandeglang).

Untuk diketahui, Staf Lapang (SL) merupakan karyawan yang bekerja menjalankan operasional rembug pusat atau kumpulan di Kopsyah BMI. Sehingga bisa disebut para SL merupakan ujung tombak BMI dalam memberikan layanan kepada anggota.

Dalam Model BMI Syariah yang ditulis oleh Kambara, terdapat lima keahlian yang harus dimiliki oleh SL yaitu mampu melaksanakan rembug pusat, melakukan promosi, menjaga kedisiplinan anggota, memotivasi dan memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap kondisi anggota.

Gelaran Diklat yang dikelola oleh Koperasi Jasa Benteng Mandiri Indonesia (Kopjas BMI) tersebut dihadiri oleh seluruh Direksi Kopsyah BMI yang sekaligus menjadi pemateri. Selain Kambara, hadir Radius Usman (Wakil Presiden Direktur), Yayat Hidayatullah (Direktur Operasional), Agus Suherman (Direktur SDM) dan Makhrus (Direktur Keuangan).

Saat memberikan sambutan dalam acara tersebut, Kambara menekankan pentingnya fokus dalam bekerja. “Fokusnya adalah kerja yang baik. Karyawan BMI mentalnya harus kuat. Promosikan diri anda sehingga diri anda mendapat tempat. Kita ada di sini karena kita ingin kita jadi orang yang paling bermanfaat bagi orang lain. Kalau teman-teman fokus pada satu pekerjaan atau cita-cita insyallah akan sampai”, ujarnya.

Menutup sambutannya, Kambara berharap diklat dapat meningkatkan produktivitas. Tokoh Koperasi ini juga meminta agar peserta menyenangi dan mencintai Kopsyah BMI serta meluruskan niat dalam bekerja.

Sementara itu, Akhmad Jauhari, Manajer SDM Kopsyah BMI mengatakan training ditujukan untuk semua SL yang belum pernah mendapatkannya. Diklat ini, kata Jauhari, sangat penting karena SL merupakan garda terdepan layanan Kopsyah BMI. “Ujung dari diklat ini sebagai koperasi kita ingin melayani anggota lebih baik lagi. Karena anggota adalah pemilik koperasi ini,” ujar pria yang biasa disapa Pak Jo itu.

Sebagai garda terdepan dalam memberikan layanan kepada anggota, perilaku SL akan memberikan kesan pertama terhadap koperasi. Oleh karenanya, kualitas SL akan dapat membantu hitam putihnya citra koperasi di mata anggota. Melalui gelaran diklat tersebut, Kopsyah BMI berharap dapat semakin meningkatkan citra dan kualitas layanan kepada anggota. (Kur) 

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.