Sinergi dengan Kementerian LHK, Intip Peluang Usaha

KEMAJUAN usaha Koperasi Karyawan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kopkarhutan) tidak lepas dari dukungan induknya. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memberikan fleksibilitas penggunaan aset, sesuai ketentuan peraturan pemanfaatan barang milik negara.

 “Pimpinan LHK mengizinkan Kopkarhutan menggunakan asetnya untuk mengembangkan usaha koperasi,” ujar Ketua Kopkarhutan, Samidi. Salah satunya adalah tanah dan bangunan di kompleks Manggala Wanabhakti, Jakarta Pusat. Di lokasi ini Kopkarhutan dipercaya mengelola Arborea Café, sebuah tempat favorit kaum milenial untuk kongkow-kongkow.

Lokasi Arborea cafe yang terletak di bawah pepohonan rindang  dengan konsep  ruang terbuka (95% outdoor), kerap dijadikan tempat pengambilan foto untuk Buku Tahunan Sekolah (BTS) siswa ataupun untuk pengambilan foto pre-wedding, syuting film. Kafe ini juga terpublikasi secara luas di media cetak dan elektronik.

Selain usaha kafe, Koperasi yang pernah dinobatkan sebagai koperasi terbaik di lingkup Pusat Koperasi Pegawai Republik Indonesia (PKPRI) DKI Jakarta ini memiliki usaha Simpan Pinjam, Perparkiran, Minimarket, Tour & Travel, Toko Garmen dan Serambi. Unit Simpan Pinjam merupakan usaha yang berkontribusi paling besar dalam pendapatan koperasi.

Sampai dengan Desember 2021, anggota Kopkarhutan berjumlah 3.882 orang, tersebar di instansi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Jakarta, Bogor, Bandung, Sukabumi, Bandar Lampung, Putusibau (Kalimantan Barat), dan Denpasar.

Total aset  per 31 Desember  2021 sebesar Rp80.374.317.087 yang terdiri dari Aset Lancar Rp41.099.490.243 dan Aset Tidak Lancar Rp39.274.826.844.  Sedangkan Modal Sendiri (Equity) sebesar Rp63.664.726.863. Pendapatan mencapai Rp14.201.167.211. Hasil Usaha sebesar Rp8.135.338.027.

Kopkarhutan yang didirikan 3 September 1964 ini awalnya bernama Koperasi Simpan Pinjam Direktorat Jenderal Kehutanan (KOSPIN) dengan 220 orang anggota. Untuk meningkatkan kesejahteraan anggota, tahun lalu dirintis kerja sama dengan mitra dan telah dilakukan uji coba penanaman di lahan aset KLHK di Rumpin dengan tanaman palawija dan pohon kehidupan yang bernilai ekonomis tinggi seperti durian, alpukat, nangka. “Pengembangan usaha agroforestry ini akan menerapkan community based development yang berkelanjutan, sehingga akan memberi manfaat bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.●

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.