Sensasi Cokelat di Pipiltin Cocoa

Semua makanan yang disajikan di Pipiltin Cocoa berbahan dasar cokelat berkualitas asli lokal. Pengunjung pun bisa melihat cara mengolah cokelat karena desainnya open kitchen.

Bagi penikmat cokelat sejati, pasti rugi kalau belum pernah mengunjungi Pipiltin Cocoa yang terletak di kawasan jalan Barito Jakarta Selatan ini. Ya, resto and café ini memang menjadikan cokelat berkualitas sebagai bahan dasar menu utamanya. Pipiltin Cocoa sendiri diambil dari nama kelompok suku Aztec Meksiko yang pertama kali menemukan cokelat. Pada saat itu cokelat dikonsumsi sebagai minuman yang dipersembahkan untuk para raja dan dewa.

Menariknya, jika selama ini ada anggapan cokelat lokal kalah dibanding dengan yang berasal dari luar negeri, namun hal itu luruh di Pipiltin Cocoa. Irvan Helmi, sang pendiri berhasil membuktikan bahwa cokelat asli Indonesia tidak kalah lezat dibandingkan dengan luar negeri. Bahkan Indonesia merupakan negara ketiga terbesar penghasil cokelat di dunia, setelah Pantai Gading dan Ghana. Swiss dan Belgia yang terkenal dengan produk cokelat berkualitasnya yang mendunia justru tidak pernah memiliki sendiri pohon cokelat yang tumbuh di negaranya.

Selain sebagai chocolate cafe, Pipiltin Cocoa juga merupakan pabrik penghasil cokelat. Mulai dari pengolahan biji kakao hingga menjadi produk cokelat siap santap dilakukan di sana dengan alat-alat yang bisa dilihat di open kitchen-nya yang terletak di lantai 1. Hanya saja, skalanya masih kecil karena dalam kurun waktu satu bulan, Pipiltin hanya dapat memproduksi 250 kg cokelat yang berasal dari Tabanan (Bali) dan Pidie Jaya (Aceh). Hebatnya, café ini berhasil menjadi Juara 1 dalam Indonesia Chocolate Cup 2013.

Sensasi cokelat bertambah lengkap karena dekorasi ruangan dibuat bergaya industrial modern dengan desain abstrak di pegangan tangga dan furniture berbahan kayu. Sesuai dengan tagline yang diangkat yaitu ‘we make chocolate from scratch’ setiap pengunjung juga bisa mengintip cara pembuatan cokelatnya dari balik open kitchen.

Nuansa suku Aztec tergambar dalam ruangan yang terdapat di lantai 2. Warna tanah, furniture dari bahan kayu, grainy unfinished wall warna cokelat membuat ruangan terasa nyaman. Ditambah kaca berukuran besar, membuat kesan ruangan terasa lebih lapang.

.

Choco-lover dapat menikmati sajian serba cokelat di Pipiltin Cocoa. Ada Egg No yang penyajiannya tampak seperti telur yang jatuh di tanah. White chocolate panacotta yang lembut berisi saus mangga yang memberikan aksen rasa asam yang segar dari bagian dalamnya. Chocolate chili soil menambah tekstur renyah dan rasa cokelat yang pekat. Tersedia pula Devil Chocolate Brownie sebagai dessert.

Untuk dessert andalan, dipilih Ebony Ivory yang merupakan paduan antara eggless chocolate spongecake dengan chocolate mousse dan dark cherry juice yang disajikan dengan mousse vanilla terpisah. Sebelum disajikan, ditambahkan asap hasil pembakaran kayu cherry ke dalam dessert sehingga memiliki aroma smokey yang sangat kuat.

Menu dessert yang lain yaitu Freeze yang sebenarnya merupakan frozen macaron ini terbuat dari mousse yang lapisan luarnya dibekukan sehingga memiliki tekstur seperti lapisan cokelat beku pada es krim. Seporsi Freeze terdiri dari 3 rasa frozen ‘macaron’ yaitu chocolate, strawberry dan juga pisang. Lapisan luar yang beku memberikan sensasi tersendiri saat menggigit mousse yang bagian dalamnya creamy dan lembut.

 

Untuk cake ada chocolate forever yang sebagian besar cake-nya terdiri dari spongecake chocolate, chocolate mousse yang creamy dengan lapisan cokelat ganache yang cukup tebal dan lapisan crunchy sempronge dan sentuhan rasa peanut butter. Pokoknya, café ini recommended bagi anda penggemar cokelat. (Rez-dari berbagai sumber).

Share This: