Sederet Alternatif Industri Kreatif

Ini kegiatan ekonomi dengan pola pemikir cost kecil tapi pangsa pasarnya  luas. Di antaranya usaha kuliner, aksesoris, cetak sablon, bordir. Termasuk usaha dagang bala-bala, bakso, comro, gehu, batagor, bajigur dan ketoprak.

 

Industri kreatif terkait dengan kumpulan aktivitas ekonomi yang terkait dengan penciptaan atau penggunaan pengetahuan dan informasi. Industri kreatif juga dikenal dengan nama lain Industri Budaya (terutama di Eropa) atau juga Ekonomi Kreatif.

Ke dalam Ekonomi Kreatif, menurut Howkins, tercakup periklanan, arsitektur, seni, kerajinan. desain, fashion, film, musik, seni pertunjukan, penerbitan, penelitian dan pengembangan (R&D), perangkat lunak, mainan dan permainan, televisi dan radio, dan permainan video. Memang ada definisi lain. Namun, penjelasan Howkins lebih memadai.

Pemetaan industri kreatif versi Departemen Perdagangan Republik Indonesia mencakup subsektor berikut:

  1. Periklanan: jasa periklanan (komunikasi satu arah dengan menggunakan medium tertentu), meliputi proses kreasi, produksi dan distribusi dari iklan yang dihasilkan.
  2. Arsitektur: jasa desain bangunan, perencanaan biaya konstruksi, konservasi bangunan warisan, pengawasan konstruksi baik secara menyeluruh dari level makro (town planning, urban design, landscape architecture) sampai dengan level mikro (detail konstruksi, misalnya: arsitektur taman, desain interior).
  3. Pasar Barang Seni: perdagangan barang-barang asli, unik dan langka serta memiliki nilai estetika seni yang tinggi.
  4. Kerajinan: kreasi, produksi dan distribusi produk yang dihasilkan oleh tenaga perajin. Meliputi barang kerajinan yang terbuat dari: batu berharga, serat alam/buatan, kulit, rotan, bambu, kayu, logam (emas, perak, tembaga, perunggu, besi) kayu, kaca, porselin, kain, marmer, tanah liat, dan kapur. Semuanya tidak diproduksi secara massal.
  5. Desain: kreasi desain grafis, desain interior, desain produk, desain industri, konsultasi identitas perusahaan dan jasa riset pemasaran, produksi, kemasan/jasa pengepakan.
  6. Fesyen: kreasi desain pakaian, alas kaki, dan aksesoris mode lainnya, produksi pakaian mode dan aksesorisnya, konsultansi lini produk fesyen dan distribusi produk fesyen.
  7. Video, Film dan Fotografi: kreasi produksi video, film, dan jasa fotografi, serta distribusi rekaman video dan film. Termasuk di dalamnya manajemen produksi film, penulisan skrip, tata sinematografi, tata artistik, tata suara, penyuntingan gambar, sinetron, dan eksibisi film.
  8. Permainan Interaktif: kreasi, produksi, dan distribusi permainan komputer dan video yang bersifat hiburan, ketangkasan, dan edukasi. Selain sebagai hiburan, kreasi ini juga alat bantu pembelajaran atau edukasi.
  9. Musik: kreasi/komposisi, pertunjukan, reproduksi, dan distribusi dari rekaman suara.
  10. Seni Pertunjukan: usaha pengembangan konten, produksi pertunjukan (misal: pertunjukan balet, tarian tradisional, tarian kontemporer, drama, musik tradisional, musik teater, opera, termasuk tur musik etnik), desain dan pembuatan busana pertunjukan, tata panggung, dan tata pencahayaan.
  11. Penerbitan dan Percetakan: penulisan konten dan penerbitan buku, jurnal, koran, majalah, tabloid, dan konten digital serta kegiatan kantor berita dan pencari berita. Tercakup penerbitan blanko cek, giro, surat andil, obligasi surat saham, surat berharga lainnya, paspor, tiket pesawat terbang, dan terbitan khusus lainnya. Juga mencakup penerbitan foto-foto, grafir (engraving) dan kartu pos, formulir, poster, reproduksi, percetakan lukisan, dan barang cetakan lainnya, juga rekaman mikro film.
  12. Layanan Komputer dan Peranti Lunak: pengembangan teknologi informasi termasuk jasa layanan komputer, pengolahan data, pengembangan database, pengembangan peranti lunak, integrasi sistem, desain dan analisis sistem, desain arsitektur peranti lunak, desain prasarana peranti lunak dan peranti keras, serta desain portal dan perawatannya.
  13. Televisi dan Radio: usaha kreasi, produksi dan pengemasan acara televisi (seperti games, kuis, reality show, infotainment), penyiaran, dan transmisi konten acara televisi dan radio, termasuk kegiatan station relay siaran radio dan televisi.
  14. Riset dan Pengembangan: usaha inovatif yang menawarkan penemuan ilmu dan teknologi dan penerapan ilmu dan pengetahuan untuk perbaikan produk dan kreasi produk baru, proses baru, material baru, alat baru, metode baru, dan teknologi baru yang dapat memenuhi kebutuhan pasar; termasuk yang berkaitan dengan humaniora seperti penelitian dan pengembangan bahasa, sastra, dan seni; serta jasa konsultansi bisnis dan manajemen.
  • Kuliner: ini termasuk baru. Indonesia memiliki warisan budaya produk makanan khas. Ini sumber keunggulan komparatif. Untuk itu, perlu studi pemetaan produk makanan olahan khas Indonesia, yang dapat ditingkatkan daya saingnya di pasar ritel dan pasar internasional.●(Nay)
Bagikan ke: