Rupiah Anjlok Minat Wisata Tetap Tinggi

Minggu (4/10). Ia mengaku hanya menargetkan penjualan tiket sebasar Rp13 miliar. Target ini sama dengan kegiatan GATF pada bulan April lalu. Alasannnya karena situasi ekonomi yang lesu (lemah), baik di Indonesia maupun luar negeri akan sangat signifikan mempengaruhi daya beli masyarakat. “Turunnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, sudah tentu akan berkurangnya pembelian tiket pesawat oleh warga, sebab mereka akan mengurangi juga berwisatanya keluar negeri maupun ke sejumlah daerah,” ucapnya.

travel fair

Benarkah demikian? Jika kita tengok website www.indonesia. travel milik Kementerian Pariwisata, minat wisata malah meningkat tajam. Dalam dua pekan di awal September 2015, tercatat lebih dari 45 ribu pencarian melalui mesin pencari google. Jumlah tersebut naik 135 persen dari bulan sebelumnya. “Website itu adalah own media Kemenpar, dalam implementasi strategi media melalui konsep POS (Paid Media, Own Media, dan Social Media, red),” jelas Menpar Arief Yahya. Dalam website yang mempromosikan destinasi dan objek wisata nasional itu terdapat beragam informasi wisata yang tersebar di seluruh negeri. Mulai dari culture, nature, man made baik dalam bentuk video, foto, text, berita dalam bahasa Inggris dan Indonesia.

Berdasarkan data, pengunjung www.indonesia.travel yang masuk melalui google search sebanyak 35 persen dan YouTube 24 persen. Adapun device yang digunakan adalah mobile, tablet, dan personal computer dengan komposisi 85 persen adalah orang Indonesia (wisnus) dan 42 persen dari luar
negeri (wisman).  57 persen dari sekitar 5 juta searcher tersebut adalah new users, yakni orang yang belum pernah berkunjung untuk mencari info pariwisata Indonesia.

Bagikan ke: