RAT Koperasi Secara Elektronik Merupakan Pilihan

Bogor – Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga menyebutkan bahwa rapat anggota tahunan (RAT) koperasi dilakukan secara elektronik atau e-RAT merupakan pilihan bagi koperasi melakukan RAT. “Perubahan di zaman serba digital ini hitungannya detik. Maka dari itu, lewat Peraturan Menteri Nomor 19 Tahun 2015 kami memberikan pilihan RAT secara elektronik bagi seluruh koperasi di Indonesia”, kata Puspayoga‎ pada acara sosialisasi hasil Rapat Anggota Tahunan (RAT) elektronik Tahun Buku 2015 Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Sejahtera Bersama, di Kota Bogor, Sabtu (23/4).

Menkop menambahkan adanya pilihan itu sebenarnya untuk mempermudah koperasi melakukan RAT seperti disyaratkan UU. Salah satu cara membentuk koperasi berkualitas diantaranya adalah mendorong koperasi melakukan RAT. Sudah ada 147 ribu koperasi yang memiliki Nomor Induk Koperasi (NIK). Sedangkan 62 ribu koperasi sudah dikeluarkan dari database. “Nah, koperasi yang sudah memiliki NIK kita dorong untuk RAT”, tegasnya lagi.

Selain mempermudah RAT secara elektronik, lanjut Menkop, pihaknya juga tengah menyusun standarisasi sistem pelaporan koperasi agar sama di seluruh Indonesia. Tujuannya, agar kualitas koperasi bisa ditingkatkan. Harus bangga bila jumlah anggota koperasi meningkat banyak. Bukan lagi bangga dengan berapa jumlah koperasi, demikian imbuh Puspayoga.

Karenanya Menkop berharap seluruh pemerintah daerah mendorong pembinaan koperasi di daerahnya agar berkualitas. Pihaknya terus mendorong koperasi untuk RAT, bila yang tidak RAT lebih baik dibubarkan saja. Apalagi dikatakannya bahwa wewenang membubarkan koperasi berada di tangan pemerintah pusat. Sedangkan rekomendasi pembubaran sebuah koperasi berada di Pemerintah daerah.

Dalam kesempatan itu pula, Puspayoga mengapresiasi KSP Sejahtera Bersama yang mencanangkan target 1 juta jumlah anggotanya. Menteri Koperasi mengatakan mendukung penuh hal itu. Karena rohnya koperasi itu berada dibanyak tidaknya jumlah anggota. Semakin banyak anggota, maka semakin berkualitas koperasi tersebut. Omzet koperasi juga tentunya akan meningkat. Itu semua merupakan bagian dari program Reformasi Total Koperasi yang sudah gulirkan instansinya.

Puspayoga juga berharap agar KSP Sejahtera Bersama mampu mempersiapkan diri agar menjadi penyalur Kredit usaha rakyat (KUR). “Koperasi yang menjadi penyalur KUR, salah satu syaratnya harus siap dari sisi IT-nya”, tegas Menkop lagi.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pengawas KSP Sejahtera Bersama Iwan Setiawan menyebutkan bahwa RAT koperasi secara elektronik ini merupakan yang pertama di Indonesia. “Dengan e-RAT kita bisa efisiensi biaya dan waktu, serta melibatkan banyak anggota. Sehingga, bisa melahirkan kebijakan sesuai kebutuhan anggota. Dengan e-RAT juga mendorong terciptanya transparansi kepengurusan koperasi”, ungkap Iwan.

Dalam e-RAT, lanjut Iwan, diikuti anggota sebanyak 42.926 orang dari total anggota 70 ribuan. Artinya, e-RAT KSP Sejahtera Bersama diikuti sekitar 61,32 persen anggota. “Yang setuju dengan hasil RAT sebanyak 99 persen lebih”, papar dia.

Iwan menjelaskan, untuk tahun buku 2015, KSP Sejahtera Bersama mampu tumbuh sebesar 4,35 persen dari tahun sebelumnya. “Tahun ini juga kita akan melakukan ekspansi dengan membuka 20 kantor cabang dan dengan target penyaluran pinjaman sebesar Rp1 triliun”, pungkas Iwan.

Bagikan ke: