Rapat Anggota Tahunan KSP Kowika Jaya Mematok target pembiayaan Rp 60 miliar

Bagi kalangan pedagang kaki lima, usaha kelontong dan warung makanan di bilangan Jakarta Timur dan sekitarnya, keberadaan Kowika Jaya bagai dewa penolong. Koperasi ini menjadi alternatif mendapatkan pinjaman mudah tanpa berbelit-belit namun dengan tingkat suku bunga wajar.

Kowika

Tahun ini, 19 tahun sudah Koperasi Simpan Pinjam Wira Karya Jaya (Kowika Jaya) berkiprah di jalur pembiayaan mikro. Angggotanya kebanyakan pedagang kecil dan sektor informal lainnya seperti usaha rumah tangga, pedagang kaki lima, ataupun penjaja makanan yang kerap digelandang oleh petugas Satusan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Jika kinerja Kowika Jaya terdengar biasa-biasa saja, bisa dimaklumi lantaran keseharian aktivitas koperasi ini bergumul dengan para anggota berpenghasilan tak tentu. Ketika perekonomian nasional mengalami perlambatan pada 2015, sektor terparah terkena dampaknya kalangan usaha mikro kecil yang nota bene anggota Kowika Jaya. Lantaran itu pula pengurus koperasi ini menahan pinjaman pembiayaan yang ditargetkan sebesar Rp 60 miliar hanya terealisasi 90% saja atau Rp 53.916 miliar. “Masih lemahnya pemihakkan pemerintah terhadap koperasi dan UKM, membuat Kowika Jaya hanya mampu bertahan. Kami tidak berani melakukan ekspansi karena tidak ada jaminan pasar,” kata Ketua Pengawas KSP Kowika Jaya Sugiharto dalam RAT KSP Kowika Jaya Tahun Buku 2015 pada 13 Februari lalu di Auditorium Lembaga Administrasi Nagara, Jakarta Pusat. Lemahnya pemihakkan pemerintah terhadap UKM, lanjut Sugiharto, mengakibatkan persaingan usaha yang tidak sehat. Kalangan pemodal besar seenaknya membuka usaha di tengah kampung sehingga menghancurkan usaha kecil.

Kendati menghadapi tantangan eksternal yang cukup berat, koperasi yang dipimpin Sadari ini masih tetap menjaga komitmen untuk membantu pembiayaan para anggotanya. Dengan dukungan karyawan sebanyak 123 orang, Kowika Jaya masih mampu membukukan pendapatan Rp 7,5 miliar dan SHU Rp 580 juta. Jumlah itu turun dibanding tahun buku 2014 dimana pendapatan sebesar Rp 9,3 miliar dan SHU Rp 1,0 miliar. Sementara aset meningkat 9% dari Rp 39,079 pada tahun 2014 jadi Rp 42,604 pada tahun 2015. Pertumbuhan lainnya adalah modal sendiri yang meningkat dari Rp 6,885 miliar menjadi Rp 7,069 miliar. Jumlah kewajiban  dari Rp 27,193 miliar menjadi Rp 29,534 miliar. Sedangkan liquiditas juga naik 133,30%, yaitu hasil harta lancar dibagi kewajiban lancar dikalikan 100%. Solvabilitas menjadi 119,89%, meliputi total harta dibagi total kewajiban dikalikan 100%. Sedangkan rentabilitasnya sebesar 8,75% yakni komponen SHU dibagi modal sendiri. Mengacu pada kinerja tahun 2015 yang tidak terlalu jeblok, Kowika Jaya mematok target pembiayaan tahun ini sebesar Rp 60 miliar. Untuk itu, koperasi dengan anggota 831 orang ini bertekad memperkuat jaringan dan pelayanan serta pendidikan anggota sehingga partisipasi dan jumlah anggota diharapkan meningkat. (saw)      

Bagikan ke: