Pusat Informasi Harga Pangan Strategis BI

Bank Indonesia meluncurkan aplikasi dan situs Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS). Langkah ini sekaligus menindaklanjuti arahan Presiden di Brebes, 11 April 2016. Joko Widodo minta agar dikembangkan sistem informasi pangan merangkap pusat informasi. Melalui PIHPS, Bank Indonesia ingin menjaga sasaran inflasi di 3-5 persen pada tahun ini.

Pusat informasi harga ini akan jadi rujukan informasi harga untuk pengambilan kebijakan penanganan inflasi, dan perluasan informasi harga kepada produsen dan konsumen. Data yang disajikan PIHPS dihimpun dari 164 pasar tradisional di 34 provinsi. Koleksi data sejak pukul 09.00 –11.00 WIB, divalidasi BI pukul 10.00—12.00, lalu dipublikasikan pukul 13.00 WIB.

Pada tahap awal, PIHPS fokus pada 10 komoditas pangan yang berkontribusi lebih dari 50 persen terhadap inflasi kelompok tarif harga barang bergejolak (volatile foods). Ke-10 komoditas pangan strategis itu adalah beras, daging sapi, daging ayam, telur ayam, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, minyak goreng dan gula pasir. Sasaran pengendalian harga 10 komoditas pangan ini menjadi tumpuan BI dan pemerintah mengendalikan inflasi volatile foods.

Penghimpunan data, kata Gubernur BI, Agus Martowardojo, merupakan salah satu dari banyak tantangan yang membayangi upaya pengendalian harga untuk menjaga laju inflasi. Dalam APBN 2017, pemerintah mengasumsikan, inflasi secara keseluruhan empat persen.

Aplikasi PIHPS dapat diakses oleh masyarakat melalui situs www.hargapangan.id atau dengan mengunduh aplikasi PIHPS Nasional versi android dan mesin operasi Apple iOS yang tersedia secara gratis. Aplikasi ini akan dikembangkan dengan memperluas cakupan data meliputi data di pasar modern, pedagang besar, hingga ke produsen. “Pada tahun 2018, kami akan kembangkan data pada tingkat produsen untuk 10 komoditas yang sama,” kata Agus.●(dd)

Bagikan ke: