PT KS DUKUNG BISNIS EKSTERNAL PRIMKOKAS

Mengusung semangat Aggressive care and growth, Koperasi Karyawan PT Krakatau Steel melewati situasi perekonomian sulit di tahun 2015 dengan pencapaian usaha sesuai target direncanakan. Kendati sejumlah unit usaha menurun namun asetnya tumbuh 14,9% atau Rp 432,948 miliar.

PT KS

Bertekad menjadi leading sector ekonomi kota Cilegon, Primer Koperasi Karyawan PT Krakatau Steel (Primkokas) terus melakukan rambahan usaha yang menjangkau kebutuhan masyarakat umum. Beberapa terobosan usahanya makin akrab dengan masyarakat kota Cilegon, bahkan hingga kota Serang, antara lain mal pusat belanja dan kuliner (Krakatau Junction), V’Nice Bakery, Donuts & Coffee,  Ecco Resto, dan Internet Service Provider (Cyber-K). Kemampuan pengurus mengembangkan sayap usaha Primkokas di luar usaha induk perusahaan, yaitu PT Krakatau Steel mendapat apresiasi dari pihak direksi BUMN pabrik baja terbesar di Indonesia itu. “Kami bangga dengan kinerja Primkokas, direksi mendorong koperasi  mengembangkan investasinya namun tetap harus hati-hati dan selektif, ” kata Nanang Priatna mewakili PT KS saat memberikan sambutan dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Primkokas Tahun Buku 2015 di Cilegon, Sabtu 14/5/16).

Dalam laporannya, Ketua Primkokas Agus A Musabiq mengatakan lantaran kondisi  perekonomian kurang kondusif menyebabkan sejumlah unit usaha mengalami penurunan. Namun demikian koperasi dengan anggota  5.798 orang ini mampu membukukan aset Rp 432,948 miliar, naik 14,9% dibanding tahun lalu Rp 376,711 miliar. Sedangkan laba bersih (Sisa Hasil Usaha) yang pembagiannya ditunggu-tunggu anggota meningkat 15,98% dari Rp 8,742 miliar tahun 2014 menjadi  Rp10,139 miliar tahun 2015.

Sektor usaha yang berkontribusi signifikan antara lain V’Nice Bakery dengan pencapaian omzet Rp7,497 miliar,  48,52% dari tahun 2014 sebesar Rp 5,048 miliar. Usaha lainnya pencetak omzet adalah Ecco Resto sebesar Rp 2,223 miliar, naik  22,06% dari tahun 2014 sebesar Rp1,821 miliar. Bisnis jaringan internet (Promkokas Cyber-K) mencetak omzet  Rp 3,722 miliar, naik 46,20% dibanding 2014 sebesar Rp 2,546 miliar.

Sedangkan unit usaha  kurang menggembirakan antara lain property (persewaan),  mencetak omzet Rp 1,230 miliar, turun 17,93% dari tahun 2014 sebesar Rp 1,498 miliar. Penurunan juga terlihat pada unit usaha eksternal yang terdiri dari trading, rental kendaraan, jasa kalibrasi, kerja sama usaha dan penjualan ATK. Sektor eksternal mencetak total omzet Rp 21,569 miliar turun 8,25% dari tahun 2014 sebesar Rp 23,511 miliar.

pengurus primkokas 2

Orientasi Kesejahteraan Anggota

Kendati gencar melakukan ekspansi usaha di luar anggota, Primkokas  tetap mengedepankan usaha berbasis anggota. “Bisnis koperasi yang tidak berbasis kepentingan anggota kan namanya PT,” kata Agus A Musabiq sambil tersenyum. Usaha di luar anggota, lanjut dia, dimaksudkan sebagai komitmen Primkokas sebagai koperasi yang  melayani masyarakat umum. Faktanya, dari total usaha dikembangkan, unit simpan pinjam berbasis  kepentingan anggota masih menempati perolehan terbesar dengan pinjaman disalurkan sebesar Rp 203,123 miliar. Sedangkan unit toko (K-Store) menempati urutan ke dua dengan omzet Rp40,768 miliar. Kendati dibantu oleh empat orang jajaran pengurus, yaitu Effendi Arief (Ketua I Pengembangan Usaha Antar Anggota); Yan yan Yuliana (Ketua II Pengembangan Usaha Luar); Nurmansyah (Sekretaris) dan Dedi Supriadi (Bendahara). Sukses Primkokas, kata Agus A Musabiq  merupakan kerja bareng antara pengawas dan jajaran manajemen. Jajaran pengawas dipimpin  Arief Purnomo beserta dua anggota, Dida Nugraha dan Dazul Herman. Sedangkan jajaran manajemen  dimotori  Aan Supriana (Manager Internal Bisnis) dan Arief Sugiono (Manager Eksternal).

Dengan dukungan  team kerja  harmonis antara pengurus, pengawas dan karyawan, Agus A Musabiq  optimistis Primkokas menjadi genuine co-operative  kebanggaan warga kota Cilegon. Bahkan sebelum kepengurusannya berakhir, dia   menargetkan pertumbuhan aset sebesar Rp 1 triliun.  (Irsyad Muchtar)

 

Bagikan ke: