Proyeksi Ekonomi Digital Rp 4.800 Triliun, UMKM Harus Kuasai Pasar    

MenkopUKM, Teten Masduki dan Direktur Utama Smesco Indonesia, Leornard Theosabrata pada acara IDM 2022 di Gedung Smesco, Jakarta, Kamis (1/9/2022). Foto: Istimewa.

Jakarta (peluang) : Potensi ekonomi digital memiliki prospek cerah untuk dioptimalkan menjadi sumber pertumbuhan bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) Indonesia.

Menteri BUMN, Erick Thohir mengapresiasi terselenggaranya Indonesia Digital Meetup (IDM) 2022 yang digelar di Gedung Smesco Indonesia, Jakarta, pada Kamis (1/9/2022). Menurutnya, UMKM harus memanfaatkan teknologi merespon perkembangan digitalisasi di seluruh dunia.

Apalagi ke depan teknologi akan terus berinovasi lebih canggih. Untuk itu penyelenggaraan IDM 2022 bermanfaat bagi peserta bukan hanya mendapat informasi tapi juga mengasah potensi diri, hingga membuka peluang untuk maju bersama.

“Saat pendemi Covid-19 semua didorong masuk ke sistem digital, UMKM juga harus memanfaatkan teknologi,” kata Erick dalam keterangan resminya, Jumat  (2/9/2022).

Ia mengatakan, proyeksi ekonomi digital mencapai Rp 4.800 triliun, dan Indonesia didominasi milenial mencapai 54 persen total penduduknya. “Transformasi dalam BUMN pun kita fokuskan pada SDM muda dan produktif, agar lebih lincah dan tangkas dalam memanfaatkan digitalisasi,” tambah pria kelahiran Jakarta 30 Mei 1970.        

Dalam transformasi digital, Kementerian BUMN mengedepankan tiga inisiatif dan strategis. Pertama, sebuat dia, pembangunan infrastruktur digital di seluruh Indonesia dan kedua pengembangan pertumbuhan masyarakat digital. Adapun ketiga adalah akselerasi pertumbuhan digital.  

Konkretnya, kata Erick,  kementerian  berupaya memenuhi kebutuhan BUMN dalam platfrom PaDi (Pasar Digital) yang telah menjembati pelaku UMKM masuk ke ekosistem digital.  “Sampai Juni 2022, total UMKM yang bergabung ke PaDi sekitar 12.960 UMKM dengan nilai transaksi Rp 18 triliun. Himbara juga turut berperan dalam alokasi pembiayaan KUR senilai Rp 338,6 triliun untuk UMKM,” jelas  mantan Presiden Inter Milan.

Ia menyatakan bahwa fokus pemerintah bukan hanya meningkatkan ekosistem digital tapi secara spesifik menyasar UMKM lokal. Untuk khusus pengembangan bagi UMKM mengisi kebutuhan barang dan jasa bagi perusahaan-perusahaan BUMN.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (MenkopUMKM), Teten Masduki mengatakan, saat ini masih banyak UMKM di daerah yang belum terhubung ke ekosistem digital. Hal ini karena kurang familiarnya UMKM terhadap teknologi sehingga perlu dibantu untuk masuk ke sistem digital.

“Saya berharap agar UMKM dibantu bisa masuk ke market online. Kita membutuhkan jagoan reseller dan internet marketer. Sekecil  apapun produk UMKM di pelosok manapun bisa dibantu. Agar kita bisa menggeser produk yang sekitar 50 persen masih dikuasai impor,” ungkap Teten.

Saat ini  penjualan online berkembang semakin cepat. Bahkan bukan hanya e-commerce, ada juga game commerce, TV commerce, dan social commerce yang memerlukan strategi khusus di dalamnya. Dan bisanya kata Teten, para pelaku UMKM tidak mempunyai SDM  untuk menjangkau hal tersebut.

“Jika para juara internet saling mendukung, kami percaya ekonomi digital dalam negeri akan semakin terdongkrak lebih cepat,” kata mantan Ketua Dewan Pengawas Bulog.

Menurutnya, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KemenkopUKM) memerlukan pasokan data dari pelaku internet marketer terkait produk mana saja yang dibutuhkan masyarakat yang kalau dijual bisa laku.

“Kita butuh dibuatkan aplikasi untuk menangkap demand, bukan hanya jenis produk tapi juga harganya,”

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Smesco Indonesia, Leornard Theosabrata berharap dukungan bagi UMKM agar lebih bisa memamahi digitalisasi, marketing dan lainnya.

“ IDM 2022, kita memperlihatkan pada pelaku UMKM agar upaya digitaliasi itu tepat guna. Kita bisa bersama scale-up UMKM Indonesia,” pungkasnya. (S1).  

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.