Proyek Mangkrak Lantaran Dana Cekak

Sejumlah proyek infrastruktur yang dicanangkan pemerintah sangat sulit terwujud. Penyebabnya, dana sangat minim. Sejauh ini, penyelesaian proyek infrastruktur ada yang hanya 18 persen. ”Di renstra akan dibangun 65 waduk. Nyatanya, baru 23 waduk yang rampung,” kata Sekjen Kemen PU-PR, Anita Firmanti Eko Susetyowati.

Bukan hanya bendungan, target pembangunan 2.650 km jalan baru pun sulit terealisasi. Kini, baru terbangun 864 km. Padahal, target itu harus selesai 2019.

Jadi masih 1.786 km lagi. Pembangunan kawasan kumuh baru mencapai 18% dari sasaran 38.341 hektare. Anita menyebut skema pembiayaan dengan sistem pembangunan superblok—yang memberi ruang masyarakat berjualan. Pola-pola pembiayaan seperti itulah yang akan dikembangkan.

            Kalau nggak salah, bukankah pembangunan infrastruktur dasar merupakan program primadona rezim Jokowi-Kalla? Bukankah sejak awal slogan ‘kerja kerja kerja’ itu dicanangkan? Kekurangan dana? Negara berutang kian kemari, subsidi dicabut, pajak dinaikkan, dana abadi haji pun diembat; uangnya menguap ke mana?

 

Iswansyah

Banjarmasin, Kalsel

Bagikan ke: