Prosedur Administrasi Sehari Cair

 

BERKIPRAH di jalur captive market yang relatif aman, koperasitetap mesti memproyeksikan diri jauh ke depan. Pengembangan ragam usaha harus terus berlanjut, tanpa berhenti. Koperasi Karyawan Guru Jakarta (KKGJ) menyadari posisi pangsanya yang captive ini. Akumulasi dananya,baik yang bersumber dari 15.500 anggota maupun pihak ketiga, memungkinkan koperasi ini memperluassepak terjang.

Ekspansi usaha tetap berjalan. Terlebih tatkala perbankan menerapkan bunga deposito kecil, koperasi sebenarnya makin dituntutmelakukan ekspansi usaha. Meski begitu, sikap keberhati-hatian senantiasa ditegakkan.Ini salah satu prinsip yang harus dipegang teguh. Khususnya agar terhindar dari jebakan pencucian uang (money laundry), yang belakangan marak. Ekspansi hanya dilakukan sepanjang segmenusaha tradisional melaju on the right track.

Dari tahun ke tahun,bisnis agen gas masih belum tergeser sebagaiprimadona KKGJ.Dari jual beli gas alam cair ini dihasilkan sekitar Rp400 jutaan/bulan, dengan modal sekitarRp16 miliar.Unit bisnis lainnya terdiri atas duabuah pom bensin, kontrakan, ruko, air isi ulang,duabuah Alfamart diJalan IGusti Ngurah Ray, Klender, dan Duren Sawit.Sawah seluas 60 hektare, berikurricemill (penggilingan padi) di daerah Karawang.Ini proyek kerja sama dengan masyarakat sekitar, mereka yang mengelola. Unitusaha di daerah tersebut sudah berjalan puluhan tahun.

Dewaa ini,koperasi para guru ini masuk di bisnis jasa pendidikan,yakni perguruan tinggi STIKEN (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi).Usaha yang dirintis 2 tahun lalu itu memang masih di tahap pengenalan.Jumlah mahasiswanya pun baru sekitar 90 orang.Lokasinya di Jalan IGusti Ngurah Ray, Klender, Jaktim. Inimerupakan kelanjutan dari apa yang telah diikhtiarkan berupa TK, SD, SMP dan SMKdi daerah Citayam. Adapun yang di Karawang,namanya SMK Plus Labolatorium Indonesia Karawang,berkibar sebagai SMK swasta terbaik di Karawang dengan akreditas A.

Di tengah kelesuan ekonomi dan melemahnya daya beli masyarakat, persaingan juga terjadi antarkoperasi. Namun, bagi KKGJ hal tersebut tak terlalu terasa pengaruhnya. Alasannya, KKGJ yang merupakan wadah bersama para guru SD itu relatif solid. Bagaimanapun, merekatentu akan berpikir dua kali untuk meminjam ke koperasi lain—karena status mereka bukan anggota. Sebagai langkah antisipasi, KKGJ menjawab realitas persaingan denga menumbuhkembangkan kepercaaan anggota. Persainganyang berlangsung secara sehat selalu memiliki implikasi positif bagi pembenahan manajemen.

Bagi KKGJ, goal terpenting sejak awal berdiri, kini dan hari esok tidak berubah. Yakni upaya meningkatkan kesejahteraan anggota. Itulah urgensinya pengelola mengupayakan proses kemudahan administrasi.Digariskan sebagai kebijakan, misalnya,  satu hari (dana) cair bagi pensiunan.Halyang sama juga berlaku untuk simpan pinjam: diajukan hari ini, besoknya (harus) cair. Hasilnyata dari kemudahan seperti itu, omzet simpan pinjam anggota bisa mencapai Rp3-8 miliar per bulan.●(Red)

Oleh Jamhuri Androfa, Ketua Umum KKGJ

Bagikan ke: