Program Kios Warga Berdayakan Pensiunan

Ilustrasi-Foto Warta Ekonomi.

JAKARTA-–Aparatur Sipil Negara tidak hanya menerima uang pensiun setelah purnabakti tetapi juga bisa produktif dan berdaya. Untuk PT Taspen meluncurkan program Kios Warga  bagi para  ASN yang memasuki masa pensiun agar tetap berdaya.

Direktur Utama PT Taspen Antonius NS Kosasih mengungkapkan, Kios Warga merupakan bagian dari program Wirausaha Pintar yang telah diinisiasi perusahaan.

“Melalui program ini, pensiunan ASN dapat membuka kios dengan produk lengkap, harga lebih murah, dan profit margin hingga 18 persen,” kata Antonious, dalam Peluncuran Kios Warga secara virtual pada Rabu, (10/6/20).

Sekaligus bisa menjual pulsa, paket data, token listrik, penerima pembayaran BJPS, top up uang elektronik, serta lainnya.

“Saya rasa ini hal baik, karena di tengah new normal kita membuat new bisnis berdasarkan teknologi, jadi bagaimana membuat warga yang sudah pensiun tetap punya kemampuan berdaya dan usaha,” jelas dia lagi. 

Sementara  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sebanyak 93 persen pekerja formal di Tanah Air belum memiliki rencana setelah pensiun. Kemudian tujuh dari 10 pensiunan harus tetap bekerja untuk melanjutkan hidup.

Survei dari Harvard menambahkan, hanya lima persen pensiunan yang tidak perlu mencari nafkah. Sisanya atau 95 persen masih perlu mencari nafkah.

Lanjut Antonious, banyak yang berakhir dengan kesengsaraan di hari tua, Taspen sebagai lembaga yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan pensiunan berupaya agar saat mereka pensiun tidak bingung. Ada banyak alternatif usaha yang bisa dilakukan lewat program Wirausaha Pintar.

“Usia senja tidak berarti tidak berdaya tapi bisa berkarya di hari tua,” katanya menegaskan.

Pemerintah, lanjut dia, sangat mendukung Kios Warga. Apalagi program tersebut dapat mendorong pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Tanah Air.

“Kita harus bisa mendukung keberadaan UKM di Indonesia, karena UKM itu uangnya dari rakyat Indonesia, diputar di Indonesia, dinikmati di Indonesia. Jadi betul-betul penggerak roda perekonomian,” tuturnya.

Antonius mengungkapkan hingga saat ini anggota Taspen mencapai 6,8 juta. Sekitar 4,1 juta di antaranya merupakan anggota akhir aktif, lalu sekitar 2,7 juta adalah pensiunan.

Dengan begitu pemerintah diharapkan segera melakukan perekrutan ASN. Tahun ini, kata Antonius, akan kembali diadakan perekrutan, yang nantinya menjadi basis ASN pada era kenormalan baru.

Bagikan ke: