Prakoso Budi Susetyo Ceplas Ceplos Koko

prakoso budi

Tugas pemerintah memangkas koperasi abal-abal alias yang hanya tinggal papan nama, boleh jadi bakal berlanjut. Lantaran masih banyak dijumpai koperasi yang dinilai melenceng dari jati dirinya. Clue itu misalnya tersirat dari pernyataan Deputi Bidang Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UKM Prakoso Budi Susetyo saat berbicang dengan wartawan pertengahan Februari lalu. Usai memberikan paparan mengenai pengembangan kewirausahaan yang menjadi icon program di deputinya, Koko, begitu panggil akrabnya mengungkap kegalauannya mengenai sejumlah koperasi yang terbilang besar dari segi aset dan omset, namun anggotanya tidak jelas.

Menurut dia, kalau koperasi besar karena aset dan omset mah biasa, karena bisa saja sejumlah pemodal berkumpul menghimpun dana lalu membentuk koperasi. “Ilmu koperasi yang saya pelajari selama ini menyebutkan koperasi itu kumpulan orang, sehingga keberadaan anggota sangat menentukan apakah koperasi itu sudah di jalan yang benar,” ungkap Koko yang suka humor dan ceplas ceplos ini.

Penyakit koperasi besar lainnya, yang sering ditolerir, lanjut Koko, adalah ketaatan menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan dan pengurusnya yang itu-itu saja.

“Kalau istilah anak mudanya, ‘Lu lagi lagi..Lu lagi.’ Ini kan gak sehat bagi pendidikan koperasi. Pengurus koperasi itu cukup dua periode saja, setelah itu mundur majukan yang muda agar ada regenerasi. Nah… koperasi yang bandel siap-siap saja dicomot. (Irm)

Bagikan ke: