Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia Semakin Membaik

Ilustrasi-Foto : IndoSide.

Jakarta — Perekonomian Indonesia melanjutkan pemulihan pada kuartal I 2022 dengan mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,01 persen terhadap kuartal I 2021 (year on year/yoy).

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), laju pertumbuhan ditopang aktivitas ekonomi yang mulai pulih dan meningkatnya konsumsi masyarakat.Ekonomi Indonesia disebut terus menguat dan mendekati kondisi sebelum pandemi.

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, berdasarkan data Google Mobility, mobilitas masyarakat selama kuartal I 2022 merupakan yang tertinggi sepanjang pandemi.

“Hampir semua aktivitas penduduk di beberapa tempat publik sudah melebihi kondisi normal,” kata Margo, Senin (09/05/2022). 

Secara keseluruhan, kata Margo, aktivitas produksi, konsumsi, dan investasi mengalami perbaikan jika dibandingkan dengan kuartal I 2021 lalu. BPS mencatat, kapasitas produksi terpakai dari industri pengolahan sebesar 72,45 persen.  Sementara, indeks penjualan riil tumbuh 12,75 persen.

“Konsumsi listrik untuk segmen industri juga tumbuh sebesar 15,44. Ini menunjukkan aktivitas industri yang menggeliat,” kata dia.

https://www.youtube.com/embed/pnnmIhAkz_4 Adapun dari sisi impor barang modal, bahan baku, dan barang konsumsi, masing-masing tumbuh 30,68 persen, 33,44 persen, dan 11,77 persen.

Indikator lainnya yang menunjukkan semakin baiknya pemulihan ekonomi adalah penjualan mobil penumpang yang tumbuh 58,13 persen, jumlah penumpang pesawat tumbuh 58,13 persen, serta jumlah wisatawan mancanegara yang tumbuh 228,24 persen.

Kendati demikian, Margo menyebutkan bahwa tercapainya angka pertumbuhan 5,01 persen juga dipengaruhi faktor rendahnya basis data pembanding (low base effect) pertumbuhan ekonomi pada kuatal I 2021.

Pada tiga bulan pertama tahun lalu, ekonomi Indonesia mengalami kontraksi 0,7 persen. Membaiknya aktivitas ekonomi masyarakat membuat konsumsi rumah tangga mengalami pertumbuhan sebesar 4,34 persen (yoy).

Konsumsi rumah tangga berperan hingga 53,5 persen terhadap pertumbuhan ekonomi RI dari sisi pengeluaran. Konsumsi rumah tangga pada kuartal IV 2021 tercatat hanya 3,55 persen, sementara pada kuartal I 2021 mengalami kontraksi sebesar 2,21 persen.

“Selain karena faktor mobilitas masyarakat semakin baik dan konsumsi naik, di sisi lain masyarakat sudah mulai melakukan kegiatan tersier, seperti hotel, restoran, dan angkutan transportasi,” Imbuhnya 

(E-1)

Bagikan ke: