Perluas Pasar, UMKM Papua Didorong Masuk Ekosistem Digital

MenkopUKM, Teten Masduki pada peresmian Galeri UMKM Papua di Jayapura, Papua, Rabu (31/8/2022). Foto : Istimewa.

Jakarta (Peluang) : Papua memiliki banyak produk komoditas unggulan yang bisa dipasarkan melalui ekosistem digital.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (MenKopUKM), Teten Masduki meminta para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) Papua  fokus mengembangkan komoditas unggulannya  dan memperluas jangkauan pasar melalui ekosistem digital.

Menurutnya, produk UMKM Papua sudah bagus dan tidak kalah dengan kemsan produk yang banyak beredar di Pulau Jawa. “ Ini bisa jadi showcasing produk UMKM  terlebih dengan semakin banyak pendampingan, kurasi produk, branding kemasan yang membuat produk UMKM Papua semakin diminati,” kata Teten dalam acara peresmian Galeri UMKM Papua, di Jayapura, Papua, Rabu (31/8/2022).

Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) mempunyai target untuk Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM untuk mendampingi UMKM sehingga masuk ke ekosistem digital, baik di Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) lokal untuk pengadaan Pemerintah maupun di e-commerce. Hal ini menurutnya, supaya produk UMKM Papua bisa masuk ke pasar yang luas melalui ekosistem digital.

“Saya kira yang didampingi PLUT, harus ditentukan produk unggulan yang dimiliki UMKM. Apa yang menjadi ciri khas di Papua, mana yang nanti untuk market lokal dan nasional,” kata Teten dalam rilisnya Kamis (1/9/2022).

Ia menjelaskan, PLUT bisa membantu mengurusi izin edar, termasuk juga UMKM yang sudah bergabung di PLUT untuk piloting implementasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) klaster. “Kita coba supaya UMKM yang terhubung PLUT ini bisa mengakses pembiayaan dengan mudah yaitu KUR Klaster maksimum pembiayaan Rp500 juta,” ujar mantan Kepala Staf Kepresidenan.

Pemerintah sudah menginstruksikan 40 persen anggaran belanja pusat maupun daerah untuk membeli produk KUMKM. Sehingga agar bisa mencapai ini, produk UMKM harus dibantu masuk ke e-katalog terlebih dahulu. Dan UMKM telah diberi kemudahan untuk masuk lewat Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Lebih lanjut Teten menegaskan, Papua memiliki banyak komoditas unggulan mulai dari kopi, sagu, hasil laut, hingga buah merah. Bahkan ada juga komoditas buah sukun yang saat ini sedang diteliti oleh satu perusahaan. Tujuannya agar diolah menjadi tepung gluten free maupun produk untuk makanan bayi yang diperkirakan bisa menjaring pasar lebih luas.

“Saya sarankan setiap daerah untuk punya keunggulan produknya. Papua melimpah produk komiditas unggulan. Tak hanya hasil laut maupun  hutan yang dimaksimalkan oleh koperasi untuk mengagregasikan produknya agar bisa mengakses pembiayaan,” ujar MenkopUMKM.

Seperti kopi asal Papua, menurutnya, meski masih terbatas dari sisi kapasitasnya namun pemerintah provinsi (Pemprov) Papua sudah mulai menanam kopi di Pegunungan Bintang.

“Luar biasa kualitas kopi asal Papua ini, karena ditanam di ketinggian 2.000 kaki di atas permukaan laut. Ini sangat jarang, bisa dibilang sekelas kopi Arabica tingkat dunia,” kata mantan Kepala Dewan Pengawas Bulog.

Bahkan kata Teten, jika Papua tetap fokus pada produk komoditas unggulannya, hal ini bisa menjadi kekuatan ekonomi masyarakat lokal. Ia pun mencontohkan, negara Selandia Baru misalnya hanya dengan tiga komiditasnya yaitu daging, susu dan buah kiwi tapi makmur rakyatnya.   

“Papua tidak kalah, hasil laut, hasil hutan, buah merah, kopi, cokelat perlu ditetapkan komoditas unggulan, sehingga penanganan dan dukungan daerah, maupun riset penelitian bisa dioptimal untuk menghasilkan produk berkualitas,” kata Teten.

Asisten 2 Setda Papua, Muhammad Musaad menambahkan, pemerintah daerah telah melakukan pengembangan UMKM, salah satunya memberikan modal tanpa bunga. “Modal ini diberikan kepada UMKM potensial secara selektif,” katanya.

Kendati demikian menurutnya, masih ada kendala pengembangan produk UMKM adalah pasar. Untuk itu, Gubernur Papua sudah bersurat terkait usulan agar dibuka kembali rute penerbangan internasional ke Papua, khususnya untuk penerbangan pengangkutan komoditas bukan penumpang.

“Jayapura diharapkan bisa menjadi hub keluar masuk bagi Papua, terutama untuk di kawasan Asia Pasifik, Amerika Serikat (AS), sejumlah negara di Asia seperti Korea Selatan yang saat ini sedang berkembang,” ungkapnya.

Musaad mengatakan, pihaknya juga tengah meminta tempat promosi khusus di Jakarta sebagai hub pengembangan untuk pasar Pulau Jawa dan sekitarnya. “Kami harapkan upaya-upaya ini bisa mendorong UMKM Papua naik kelas dan bisa bersaing dengan provinsi lain. Kami ingin mengubah citra Papua menjadi lebih baik lagi,” pungkasnya. (S1).

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.