Penurunan suku bunga LPDB 4,5% agar menjangkau segenap lapisan usaha mikro kecil

Streaming bincang

Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik. Prinsip ketujuh Nawacita itu jadi pedoman kuat bagi Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) dalam menggulirkan program dana bergulir tahun 2016.

Masih lekat dibenak kita, ketika awal tahun lalu, LPDB mengusung kiblat baru pembiayaan dana bergulir koperasi, usaha mikro dan kecil berbasis sektor riil. Kebijakan tersebut ditindaklanjuti dengan keluarnya surat keputusan direksi LPDB yang memberikan pedoman pembiayaan kepada sektor riil berbasis pangan dan enerjio, pariwisata dan ekonomi kreatif serta maritim. Pemilihan terhadap ketiga segmen usaha terebut dinilai sangat strategis yang merupakan tekad pemerintahan Presiden Jokowi membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. Guna memperluas serapan dana bergulir ke pinggiran, LPDB menurunkan tingkat suku bunga satu persen. Pinjaman pembiayaan untuk Koperasi Simpan Pinjam yang semula 9% diturunkan jadi 8% per tahun. Sedangkan sektor riil turun dari 6% jadi 5% per tahun. Sepanjang 2015 LPDB berhasil menggelontorkan dananya sebesar Rp 1,56 triliun dengan taksiran sekitar 12 juta pelaku UMKM telah menyerap dana bergulir tersebut.

Tahun 2016 ini semangat Nawacita itu agaknya masih menjadi tema sentral program LPDB. Dalam sebuah konferensi pers Juimat (21/9) di Jakarta, Badan Layanan Umum di bawah Kementerian Koperasi dan UKM ini kembali mengumumkan tingkat suku bunga baru, 4,5% sliding per tahun, atau turun 0,5 basis poin.

Penurunan tarif layanan ini, kata Direktur Bisnis LPDB-KUMKM Warso Widanarto untuk membantu stimulus permodalan para pelaku usaha kecil, menengah dan koperasi khususnya yang bergerak di sektor riil.

Dengan mendapatkan sumber dana yang relatif murah itu, pelaku KUKM diharapkan dapat mengembangkan usahanya, dan mendorong pertumbuhan ekonomi serta penyerapan tenaga kerja.

Sejak berdiri pada 2006, LPDB telah menyalurkan pembiayaan dana bergulir sebesar Rp 6,83 triliun. Dana tersebut disalurkan melalui 4.073 mitra kerja LPDB di seluruh provinsi dan diserap oleh sekitar 820 ribu UMKM melalui 4.073 mitra di seluruh Indonesia.

Adapun realisasi penyaluran dana bergulir pada 2015, mencapai Rp1,56 triliun, meningkat 35,52% dibandingkan periode tahun 2014 sebesar Rp1,15 triliun. Sedangkan pendapatan yang diperoleh pada periode yang sama sebesar Rp176,78 miliar atau 153,24% dari target pendapatan sebesar Rp115,36 miliar.

Pencapaian target pendapatan LPDB membuktikan pengembalian pembiayaan dari para mitranya berjalan baik. Namun demikian, misi utama lembaga ini bukan sekadar besarnya dana tersalurkan, melainkan menunjang program pemerintah di bidang pemberdayaan usaha KUMKM dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing, penyerapan tenaga kerja, penumbuhan wirausaha baru, menciptakan lapangan kerja dan pengentasan kemiskinan. (Irm)

Bagikan ke: