Pemotongan Anggaran Pertanian Dapat Sorotan Tajam

Ilustrasi-Foto: Niagakita.

JAKARTA—Legislator dari Komisi IV DPR RI Charles Meikansyah mengakui 19 sektor pertanian secara  kebal terhadap krisis ekonomi nasional. Pertumbuhan positif sektor pertanian merupakan bukti bahwa sektor ini mampu bertahan di tengah pandemi Covid-19.

Sementara sepanjang 2020 imbas pandemi membuat PDB Indonesia mengalami kontraksi sebesar  minus 2,07 persen. Namun sektor pertanian ini mampu terbaik tahan guncanga dengan total pertumbuhan sebesar 1,75 persen .

Hanya saja dia menyorot sekalipun kinerja sektor pertanian cukup baik namun pada 2021 anggaran Kementerian Pertanian mengalami pemotongan Rp6,326 triliun dari pagu awal Rp 21,838 triliun menjadi Rp15,5 triliun dengan alasan refocusing.

“Kami heran kebijakan tersebut karena masih ada  273 juta penduduk Indonesia yang harus makan tetapi refocusing anggaran sangat signifikan,“ ujar Charles dalam  webminar yang digelar INDEF yang bertajuk “Daya Tahan Sektor Pertanian: Realita atau Fatamorgana”, Rabu 17 Februari.

Selain itu alokasi anggaran untuk pupuk bersubsidi di 2021 merupakan yang terendah sejak 2015, padahal kebutuhan anggaran masih sangat besar sehingga ada gap antara kebutuhan dan ketersediaan. 

Berdasarkan E-RDKK kebutuhan pupuk sebesar 23,2 juta ton atau setara Rp 67,182 triliun sementara pagu anggaran pupuk bersubsidi hanya Rp25,76 triliun sehingga ada kesenjangan sebesar Rp41,9 triliun.

Sementara Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Arief Satria mengungkapkan di era pandemi sub sektor tanaman pangan  berperan sangat penting.  Dia menyebut kontribusinya terhadap PDB pertanian meningkat tajam, dari 21,63 persen di 2019 menjadi 25,82 persen  pada kuartal II 2020 (Q2) . Ini menunjukan respon positif Kementan dalam menjaga ketahanan pangan.

“Fenomena globalisasi di Vietnam, Thailand, Kanada, Rusia, Brazil dan AS yang menahan produk pertanian untuk diekspor.  Pada waktu ini seharusnya Indonesia berkomitmen mewujudkan kedaulatan pangan dan kemandirian pangan,”  ucap dia (van).

Bagikan ke: