Pelaku UMKM Minta Presiden Tetapkan Tarif PPh Nol Persen

Ilustrasi-foto: Istmewa.

JAKARTA—- Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (AKUMINDO) Ikhsan Ingratubun mengungkapkan, besaran tarif PPh final yang berlaku saat ini sebesar 0,5 persen masih dianggap memberatkan para pelaku usaha mikro-kecil.  Pasalnya besarannya dihitung dari jumlah omzet, bukan jumlah keuntungan. 

Menurut Ikhsan para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menyampaikan aspirasinya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat diundang ke Istana Merdeka, Selasa (18/6).

“Pelaku UMKM meminta agar pemerintah membebaskan pelaku usaha mikro-kecil dari tarif PPh alias penerapan tarif PPh final nol persen. 

Pada 2018 lalu pemerintah menurunkan tarif PPh final bagi pelaku UMKM menjadi 0,5 persen dari besaran tarif sebelumnya, satu persen.  Aturan yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2018 tersebut berlaku merata bagi pelaku UMKM dengan omzet di bawah Rp 4,8 miliar dalam satu tahun pajak.

“Kami mohon usaha mikro-kecil ikuti Tiongkok pada 2020 dengan tarif nol persen. Yang 2,5 persen sifatnya (usaha) menengah, tapi kalau mikro-kecil kita ikut nol persen,” ungkap Ikhsan usai menemui Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Selasa (18/6). 

Meenurut Ikhsan, pihaknya menyampaikan kepada  Presiden pemisahan tarif pajak khusus pelaku usaha mikro-kecil dalam beleid eksisting yang yang mencakup seluruh pelaku usaha mikro-kecil-menengah.

Presiden Jokowi mengundang sejumlah perkumpulan pelaku UMKM ke Istana Merdeka. Jokowi meminta masukan dari para pelaku UMKM terkait kebijakan yang bisa mendorong pengembangan kewirausahaan nasional dalam periode kedua kepemimpinannya.

Sejumlah perkumpulan UMKM yang diundang ke Istana Merdeka adalah Himpunan Pengusaha Mikro dan Kecil Indonesia (Hipmikondo), Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo), Asosiasi Industri Usaha Mikro Kecil dan Menengah Indonesia (Akumandiri), dan Himpunan Pengusaha Mikro Kecil dan Menengah Indonesia (Hipmikimdo) di Istana Merdeka.

“Tapi juga hati-hati fasilitas terlalu banyak kadang-kadang justru melemahkan entrepreneurship kita semuanya. Fasilitas perlu tp jangan sampai melemahkan karakter entrepreneurship yang kita miliki,” kata Jokowi di hadapan para pelaku UMKM di Istana Merdeka.

Bagikan ke: