PCP Rotat Luncurkan Produk Minyak Kelapa Kemasan 500 ml

Ilustrasi-Foto: Istimewa.

SIKKA—PCP Rotat kembali meluncurkan produk minyak kelapanya pada Kamis,  11 Maret 2021 untuk kemasan 500 mililiter  di Rumah Produksi Minyak Kelapa PCP Rotat, Desa Ladogahar, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka.

Peluncuran ini yang kedua kalinya, setelah diluncurkannya minyak kelapa Pintu Air Kemasan 5 Liter dan 1 Liter oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur pada 28 Oktober 2020 lalu yang bertempat di Auditorium Sumur Yakop Kantor Pusat KSP Kopdit Pintu Air.

 Minyak Kelapa Pintu Air kemasan 500 ml diluncurkan dengan harga Rp20.000 per kemasan dan dapat diakses di Pintar Asia Swalayan yang sebagai agen tunggal penjualan Minyak Kelapa Pintu Air serta bisa dipesan melalui Website Minyak Kelapa Pintu Air : www.pcprotat.com, Email : coconuthoilrotat@gmail.com  dan Delivery Order melalui Kontak Person : 0813-3705-9099.

Kepala Marketing Minyak Kelapa Pintu Air Oktavianus R, De Koste mengungkapkan kemasan 500 ml dibuat untuk menyesuaikan dengan kebutuhan dari masyarakat sebagai konsumen.

“Setelah didistribusikannya minyak Kelapa Pintu Air kemasan 5 Liter dan 1 Liter ke masyarakat, ternyata untuk masyarakat kalangan rendah susah menjangkaunya jadi kami bersama TIM PCP Rotat memutuskan untuk memproduksi Minyak Kelapa Pintu Air kemasan 500 ml agar mudah dijangkau oleh seluruh masyarakat,” ungkapnya.

Sementara  Berlindis Barek Lasar dari bagian Quality Control menjelaskan Minyak Kelapa Pintu Air ketika diproduksi tidak menambahkan bahan kimia dan bahan pengawet lainya, sehingga aman untuk dikonsumsi.

“Semua bahan baku yang digunakan adalah bahan alami, jadi tidak perlu takut untuk mengkonsumsi minyak kelapa Pintu Air,” tuturnya.

Langkah yang diambil KSP Kopdit Pintu Air menggarap sektor rill minyak kelapa sangat membantu memberdayakan anggota KSP Kopdit Pintu Air kerena melalui Tim PCP Rotat anggotanya mendapatkan bimbingan dari proses pembuatan minyak hingga penjualan di setiap kantor cabang Pintu Air yang tersebar di seluruh Indonesia.

Sementara Manajer Rumah Produksi Minyak Kelapa Pintu Air, Angelinus Nong Alberto  menjelaskan, upaya Pintu Air menggarap sektor riil minyak kelapa bukan soal komoditas semata. Lebih dari itu, langkah tersebut adalah bagian dari melestarikan warisan leluhur agar tetap hidup dan tidak hilang ditelan zaman.

Berno begitulah ia akrab disapa melanjutkan, sejak beroperasi pada 2019 lalu, Rumah Produksi Minyak Kelapa Pintu Air telah memberikan akses kepada sekitar 5.096 petani untuk memasak minyak kelapa dan menjualnya kepada Pintu Air.

“Sepanjang  2019 hingga 2021, total petani yang mulai memasak minyak kelapa dan menjualnya ke Pintu Air ada sekitar 158 petani. Ini semua berkat kerja keras dari Tim Kami dan juga suport dari KSP Kopdit Pintu,” ungkapnya dalam sambutannya.

Ia juga menjelaskan Jika dibikin perbandingan keuntungan, dari setiap 1 subur/ulu (40 butir kelapa) bentuk kopra, gelondongan maupun minyak kelapa dengan biaya Rp25.000. Setiap subur/ulu kelapa menghasilkan 9 kilogram kopra dengan harga jual Rp34.200. Apabila dijual gelondongan maka setiap subur dihargai Rp50.000.

Ilustrasi-Foto: Istimewa.

“Sedangkan apabila dijadikan minyak kelapa maka akan menghasilkan 12 kilogram minyak kelapa seharga Rp51.600 dan 17 kilogram ampas kelapa, sabut, dan air fermentasi seharga Rp85.000.

Itu berarti dari setiap subur/ulu, petani yang menjual dalam bentuk kopra mendapat keuntungan Rp9.200, gelondongan Rp25.000, dan dalam bentuk minyak kelapa Rp111.600. Mari memproduksi Minyak Kelapa dan membuktikan kalau Kelapa dapat menghidupkan kita,” ajak dia (Nivan).

Bagikan ke: