Pariwisata Indonesia di Mata Dunia

Meski Indonesia memiliki sejumlah destinasi yang sangat indah, namun hal itu belum bisa dioptimalkan. Secara kasat mata, hal ini dari jumlah kunjungan wisman  yang relatif masih kalah dibanding negara di kawasan ASEAN seperti Thailand sebanyak 29 juta dan Malaysia 26 juta wisman. Pun dengan ukuran standar internasional seperti tercermin dalam The Travel& Tourism Competitiveness Index (TTCI) 2015 yang dirilis World Economic Forum (WEF) melibatkan 141 negara.

pariwisata-indonesia

Dalam TTCI yang dirilis setiap dua tahun sekali itu Indonesia menempati peringkat ke-50. Sementara negara kompetitor Singapura (10), Malaysia (25), dan Thailand (35). Posisi sepuluh besar dikuasai negara-negara Eropa dengan Spanyol keluar sebagai juara. TTCI terdiri dari 14 pilar dan 92 indikator antara lain lingkungan bisnis; tingkat keselamatan dan keamanan; kesehatan dan kebersihan; SDM dan tenaga kerja, dan infrastruktur ICT.

Meski masih tertinggal, namun posisi Indonesia menunjukkan grafik yang meningkat. Pada 2011,Indonesia menempati posisi ke-74 dan 2013 di posisi ke-70. Membaiknya peringkat daya saing pariwisata ini disebabkan pertumbuhan kedatangan wisman. Indonesia dinilai memiliki keunggulan daya saing dalam hal harga yang kompetitif, kekayaan sumberdaya alam (biodiversitas), dan sejumlah lokasi warisan budaya.

Meski demikian, laporan itu juga menyatakan negeri gemah ripah loh jinawi ini tidak memberikan penekanan pada keberlanjutan lingkungan hidup. Indikasinya penggundulan hutan,membiarkan punahnya spesies-spesies langka, dan hanya sedikit dari limbah air yang diolah. Selain itu, ada risiko terhadap keselamatan dan keamanan, terutama ancaman terorisme.

Infrastruktur kita juga dinilai belum merata, terutama di kawasan Timur. Akibatnya biaya transportasi dan logistik menjadi mahal Kurangnya konektivitas di dalam dan antar pulau menyebabkan sejumlah daerah potensialdestinasi wisata tidak bisa didatangi dengan mudah.Selain infrastruktur, faktor pendidikan terutama penguasaan bahasa Inggris oleh masyarakat sekitar destinasi wisata juga masih menjadi halangan.

Dengan upaya yang dilakukan secara terukur dan sistematis, Menpar berharap industri pariwisata dapat lebih bergairah dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Apalagi dengan modal keindahan alam Indonesia yang sering dijuluki sebagai Surga yang Hilang. “Semoga semua target dapat tercapai,” pungkasnya. (drajat).

Bagikan ke: