Pajak Penulis Tak Mencerdaskan

Penulis novel bernama Tere Liye memutuskan kontrak dengan dua penerbit utamanya, yakni PT Gramedia Pustaka Utama dan Republika Penerbit. Gara-garanya, soal pajak. CEO Republika Penerbit, Arys Hilman, mengakui ada ketidakadilan pemerintah. Pajaknya untuk profesi penulis justru lebih tinggi dibanding profesi lain seperti dokter dan pengacara.

Di dunia perbukuan, kata Arys, memang banyak sekali beban pajak yang harus dibayarkan. Padahal, buku dapat mencerdaskan kehidupan bangsa dan seharusnya mendapatkan keringanan soal pajak.

Rasanya, makin hari makin banyak hal yang aneh tapi nyata di negeri ini sejak 2014, ya?

 

Herman Syahara

Peninggilan, Jakarta Barat

Bagikan ke: