Operasi Pasar untuk Stabilkan Harga Beras

Foto : Istimewa.

Jakarta (Peluang) :  Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan mengelolaan cadangan beras dan stabilisasi harga beras akan dilakukan melalui Perum Bulog.

Plt Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Syailendra mengatakan, kenaikan harga beras terutama terjadi di luar wilayah Jawa dan Sumatra. Namun, pemerintah telah meminta Perum Bulog untuk mengisi pasokan beras di wilayah-wilayah yang mulai mengalami tren peningkatan harga. 

“Di luar Jawa dan Sumatera ada masalah kenaikan harga beras, tapi kita sudah minta Bulog lakukan operasi pasar dengan beras medium,” kata Syaleindra.

Menurutnya, banyak faktor yang membuat kenaikan harga beras, salah satunya kenaikan harga pupuk yang menyebabkan peningkatnya biaya produksi. Selain itu juga tingginya permintaan masyarakat yang mulai pulih  setelah pasca pandemi Covid-19.

Harga beras dalam negeri mulai mengalami kenaikan sejak Agustus 2022 setelah stabil selama dua tahun terakhir. Pemerintah diminta menggelar operasi pasar secara masif untuk mencegah lonjakan harga beras.

Kendati tren harga beras mulai meningkat,  Syailendra memastikan pasokan dalam negeri masih mencukupi. Menurutnya, produksi beras sejauh ini masih cukup optimal sehingga tidak diperlukan impor. Apalagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengintruksikan seluruh menteri terkait untuk memastikan kecukupan produksi maupun ketersediaan pangan pokok nasional.

“Badan Pangan juga  diminta untuk menyusun neraca komoditas pangan, berapa produksi, konsumsi, dan juga berapa yang harus disuplai dari impor,” ujar Syaleinda.

Ketua Koperasi Pedagang Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) Jakarta, Zulkifli Rasyid mengatakan, kenaikan harga terutama terjadi pada beras medium. Rata-rata harga beras medium di PIBC  lebih dari Rp 9.000 per kilogaram (kg) dari sebelum kisaran Rp 8.500 per kg.

“Padahal, harga eceran beras tertinggi (HET) beras khusus wilayah Jakarta dipatok pemerintah sebesar Rp 9.450 per kg,” ujar Zulkifli.

Berdasarkan  Panel Harga Badan Pangan Nasiona pada Senin (5/9/2022), harga beras medium di tingkat pedagang eceran mencapai Rp 10.870 per kg. Sementaa, HET beras sesuai aturan pemerintah sebesar Rp 9.450 per kg – Rp 10.250 per kg tergantung wilayah. Tren harga beras medium bahkan telah mengalami kenaikan signifikan sejak Mei 2022.

Menurutnya, kenaikan harga beras mulai dirasakan pedagang sejak Agustus 2022 akibat berkurangnya pasokan yang masuk ke pasar induk, sementara tingkat permintaan cukup stabil.

“PIBC jadi barometer perberasan secara nasional, dan satu-satunya supaya harga beras ini jangan naik, kita harus melakukan operasi pasar,” tandasnya. (S1).

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.