OJK Perkuat Keamanan Ekonomi Digital

Foto : Istimewa.

Jakarta (Peluang) : Penangan terhadap investasi dan pinjaman online ilegal dilakukan untuk melindungi masyarakat.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar mengatakan, Satgas Waspada Investasi (SWI) OJK telah melakukan pemblokiran terhadap aplikasi 84 entitas ilegal pada Agustus 2022. Adapun temuan ini mencakup 13 entitas penawaran investasi tanpa izin dan 71 pinjaman online ilegal.

Untuk melindungi masyarakat, OJK berupaya memperkuat ekonomi digital sinergi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Keminfo).

Menurutnya, OJK telah membahas evaluasi penangan pinjaman online dan penyelenggaraan sistem elektronik yang baik dan teratur. Tujuannya agar bisa melindungi masyarakat dan konsumen serta tata kelola data di dalam yurisdiksi nasional maupun data cross-border.

“OJK telah bahas hal ini dengan menteri Kominfo. Kami sampaikan hal-hal terkait dengan kebutuhan dan kepentingan secara teknik dan governance dari aspek keuangannya,” kata Mahendra dalam rilisnya, Selasa (30/8/2022).

Terkait tata kelola data ini, ia berharap terjalin sinkronisasi antara OJK dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), sehingga kerja sama akan semakin memperkuat.

“Kami harapkan sinkronisasi dengan perspektif desain arsitektur yang disampaikan menteri Kominfo,” ujar Mahendra.

Menteri Kominfo, Johnny Johnny G Plate menjelaskan strategi nasional untuk memperkuat sistem telekomunikasi dan informasi dalam menjaga kedaulatan data serta ketahanan menghadapi ancaman siber di Indonesia.

“Ini pekerjaan lintas sektor, otoritas sektor jasa keuangan, penegakan hukum dan bagaimana perlindungan serta ketahanan dari serangan siber,” kata pria lulusan Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Katolik Atma Jaya.

Ia mengapresiasi terhadap kerja sama dengan OJK terjalin dengan baik selama ini dalam rangka melayani masyarakat. Kesepakatan melakukan koordinasi untuk meningkatkan pelayanan dan memastikan perlindungan masyarakat atau konsumen tetap berjalan dengan baik dalam kegiatan ekonominya.

“Prinsipnya kerja sama ini termasuk sistem-sistem di dalam ruang digital itu berjalan dengan baik semua aktivitas mikroprudensial keuangan dan perbankan,” pungkasnya. (S1).

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.