NYAMAN DI LAPANGAN

Garis hidup setiap orang sudah ditentukan Yang Maha Kuasa Apa yang dicita-citakan belum tentu terwujud dan jalan yang diambil sering tak terbayangkan sebelumnya yang  justru membawa kesuksesan.

Begitu pula dengan garis hidup Sondang Lucia Sinurat. Meraih IPK Tertinggi di Jurusan Kesehatan Lingkungan di Poltekkes, Kemenkes Medan, Sumatera Utara pada 2015 membuatnya mendapatkan tawaran kerja di Medan.

Namun apa daya, ibunya meninggal membuatnya menjadi yatim piatu, Sondang harus kembali ke kampung halaman di Samosir untuk menemani adik-adiknya. Perempuan kelahiran Dolok Sanggul, 11 Mei 1995 ini kemudian mencoba keberuntungan di Koperasi Makmur Mandiri.

“Pada waktu itu tidak ada perempuan yang menjadi marketing, rata-rata jadi adminsitrasi. Tapi saya jalankan. Saya naik motor untuk menagih dan promosi ke sekolah-sekolah, termasuk sekolah saya dulu, akhirnya saya malah nyaman di lapangan,” ujar Sondang.

Di KMM Sondang justru menemukan karir cemerlangnya. Dia menjadi Wakil Manajer setelah tiga tahun dan pada 2018 menjabat sebagai Manajer Samosir 1. Di bawah kepemimpinannya, Sondang mampu mendongkak aset dari Rp15 miliar menjadi Rp33 miliar.

Padahal ia harus melewati kendala dampak pandemi Covid-19 hingga berbagai gosip yang menimpa tempatnya bekerja.  Namun dia mampu atasi hal itu, termasuk juga memanfaatkan filosofi masyarakat Samosir:  “Bangga menabung, malu meminjam.”

“Padahal banyak anggota butuh uang. Akhirnya saya menagih dikaitkan dengan program Muri dan membuat orang yang meminjam tetap bangga dan masyarakat masih menilai orang tadi tetap menabung dan banyak duitnya,” tambah Sondang.

Dibalik semua kerja kerasnya, sondang bersyukur bisa melewati kehidupan yang keras dan berusaha untuk menjadi saluran berkat bagi orang – orang disekitarnya.  (Irvan)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *