Nahkoda Baru Kopel Bulog

Selain pertanggung-jawaban Pengurus dan Pengawas perhelatan yang tak kalah seru adalah pemilihan pengurus baru. Banyak yang berminat mejadi pengurus. Begitu sesion pemilihan dibuka, mereka antusias mencalonkan. Kalau saja tidak dibatasi calon 6 saja olep Choirul Munir Pimpinan sidang, peminatnya terus bertambah. Jadilah incumbent bertanding melawan calon-calon baru.

Suhardi Kopel Bulog

Hasilnya Suhardi memenangi suara 107 berhak mengendalikan Kopel Bulog Pusat hingga 2020. Sementara PS Maebari incumbent puas diurutan kedua dengan jumlah pemilih 94 orang. Dari empat calon lainnya masing-masing, Djoni Junarsa 9 suara, Widia 6 suara, Syaefudin Afandi 3 suara dan Husain Harahap 3 sura, serta suara tidak sah satu.

Sedangkan pengawas dari 6 calon di menangkan Kasnun Bari dengan 57 suara. Calon lain masing-masing, Ramlan 52 suara, Saldi 44 suara, Widia (incumbent) 25 suara, Ngadino 19 suara, Rahmatullah 5 dan suara tidak sah 3.

Suhardi yang Sekretaris periode sebelumnya usai terpilih mangatakan, akan melakukan konsolidasi dan evaluasi internal. Selanjutnya baru mengambil langkah-langkah untuk makin memajukan koperasi. Menyadari situasi ekonomi global yang masih melanda tetap akan menyiasatinya agar Kopel tetap menjadi koperasi diperhitungkan di tanah air.

Tetapi saat ditanyakan apa program jangka pendeknya, pria asal Solo ini belum berani terus terang. Hanya mengatakan mohon dukungan semua pihak dan akan amanah mematuhi sesuai yang digariskan dalam Rencana Anggran dan Belanja Koperasi (RABK). “Tunggu saja soal program jangka pendek, kita singkronkan dulu RAPBK karena masih ada perdebatan,” jelasnya pada Peluang. SAW.

Bagikan ke: