Mustoha Iskandar Dirut Perum Perhutani, Ecotourism Perhutani harus mampu menyumbang devisa dan menghidupi ekonomi masyarakat v

Menjadikan Perum Perhutani sebagai perusahaan berkinerja unggul dan mampu meningkatkan profit merupakan obsesi Mustoha Iskandar ketika ia ditunjuk memimpin BUMN sektor kehutanan tersebut. Salah satu fokus programnya adalah menempatkan Perum Inhutani sebagai competitive leader di ekspor produk kehutanan, ia juga mencari terobosan usaha-usaha produktif lainnya yang tidak berbasis perkayuan, tetapi jug ad isektor non kayu. “Kedepan pendapatan dari sektor non kayu memang diharapkan lebih besar dari kayu. Saat ini saja posisi kayu dan non kayu 48% dan 52%,’ ujar sarjana Kehutanan jebolan Universitas Gajah Mada ini. Usaha di sektor non kayu, kata Toha, antara lain air, madu, dan objek wisata yang selama ini sudah berjalan dan akan terus dikembangkan. “Ini kan tidak perlu mengeksploitasi hutan terlalu besar tetapi menguntungkan dan berkesinambungan. Misalnya, wisata untuk turis yang memang tidak akan pernah padam. Masalahnya   bagaimana mengembangkannya sebaik dan senyaman mungkin sehingga turis yang datang tidak hanya dari dalam negeri (lokal) tapi juga dari mancanegara,” tuturnya lagi.

perhutani

Saat ini, sambung Toha, Perum Perhutani memiliki lebih dari 122 lokasi pariwisata alam yang tersebar di pulau Jawa, berupa rekreasi hutan, pantai, air terjun, telaga, kawah maupun gua yang telah dikembangkan sejalan dengan program pemerintah dalam memajukan sektor wisata.

Wilayah kerja Perum Perhutani yang tersebar dari hutan pantai hingga hutan pegunungan menyuguhkan pemandangan alam yang sangat menarik serta alami sehingga merupakan aset yang potensial bagi pengembangan usaha wisata alam.

Masalahnya bagaimana menjadikan potensi itu menjadi wisata alam yang menarik, tidak hanya menjual keindahan alamnya saja tapi juga dilengkapi dengan sarana dan prasarana bertaraf internasional, seperti fasilitas hotel, transportasi maupun keramahtamahan lingkungannya sehingga mampu menggaet turis asing. “Dengan demikian Perhutani bisa menyumbang devisa lebih banyak sekaligus menghidupi masyarakat di sekitar objek wisata,” tutur Toha.

Salah satu potensi wanawisata yang cukup menjajikan, sambungnya lagi adalah Red island (pulau merah) di Banyuwangi, Jawa Timur. Ombak di pantai pulau merah ini disebut-sebut sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia sehingga mengundang banyak turis mancanegara penggemar surfing. Selain itu mitos tentang pulau ini juga mengundang wisatawan untuk penasaran datang ke tempat ini. Dikatakan, bahwa siapapun yang dapat memasuki sebuah goa yang berada di Pulau Merah, maka akan memperoleh rezeki yang berlimpah. “ Wanawisata lainnya yang berada dalam kelolaan Perhutani saya kira sudah sangat dikenal oleh masyarakat, seperti Kawah Putih di Ciwidey Bandung Selatan, Curug Cilember di Cisarua Bogor, atau Cikole Jayagiri. Semua potensi wanawisata ini akan terus kita tingkatkan sehingga mampu menjadi pesona wisata Indonesia bertaraf internasional, sekaligus menggugah kesadaran masyarakat untuk berperan serta dalam menjaga kelestarian hutan.” tandas Mustoha.

Bagikan ke: