Minat Menjajal Paralayang? Cermati Hal-hal Ini

Tidak takut ketinggian. Ini persyaratan mutlak. Gunakan perkakas seringkas mungkin sebelum terbang, anda akan dibekali helm dan vest (jaket tanpa lengan). Pastikan dompet dalam posisi sangat aman di dalam kantong.

DI BEBERAPA tempat wisata di Indonesia, paralayang menjadi salah satu cara favorit untuk menikmati pemandangan dari udara. Bagia anda yang tinggal di wilayah Jakarta dan sekitarnya, silakan sambangi wilayah Puncak, Bogor, Jawa Barat, untuk menjajal paralayang dengan ongkos Rp350 sampai Rp400 ribu sekali terbang.

Wisata dirgantara ini telah dimulai sejak akhir 1993 ketika hadirnya parasut tandem. Tapi, perkembanganya sangat perlahan. Membaik sejak 2005 dan tumbuh cepat mulai 2010. Saat ini, paralayang menjadi salah satu andalan wisata petualangan Indonesia, sehingga banyak pejabat daerah ikut mengembangkannya

Selain mengasyikkan, menikmati terbang dengan paralayang atau paragliding juga melatih keseimbangan dan hembusan napas. Yang paling penting, anda harus punya nyali, meski pasti akan tandem dengan instruktur berpengalaman.

Tak seperti paramotoring yang memiliki turbin pada bagian belakang, paralayang hanya berupa jok yang menggantung pada payung udara sensitif atas terpaan angin. Dikendalikannya pun hanya mengandalkan keterampilan tangan dan keseimbangan. Saat di udara, tak jarang paralayang akan menukik, meliuk, terangkat bahkan berputar di udara mengikuti arus angin. Itu pengalaman baru yang luar b iasa.

Untuk merasakan terbang dengan paralayang, berikut beberapa hal yang harus anda perhatikan.

Tidak takut ketinggian Ini persyaratan mutlak. Sebelumnya anda akan melalui sebuah pos yang merupakan tempat dimulainya paralayang terbang. Tentunya pada lokasi yang cukup tinggi. Jika anda takut akan ketinggian dan memiliki penyakit jantung, batalkan saja niat terbang.

Gunakan perkakas seringkas mungkin sebelum terbang, anda akan dibekali helm dan vest (jaket tanpa lengan). Disarankan menggunakan jaket penuh, kemudian lapisi dengan vest, dan melepas topi, agar kepala tak terlalu sesak, karena anda harus memakai helm khusus. Anda juga harus menggunakan celana panjang.

Bawalah barang seringkas mungkin untuk menjaga kenyamanan duduk. Pastikan dompet dalam posisi yang aman di dalam kantong, untuk mengantisipasinya jatuh dari ketinggian dan hilang. Gunakan sepatu yang menutupi mata kaki. Jika anda menggunakan kacamata, pastikan kacamata merekat erat setelah memakai helm.

Genggam erat gawai. Apabila anda ingin mengabadikan gambar dari atas udara, atau membuat video blog soal keseruan anda terbang, gunakan perangkat pendukung (gantungan leher ponsel dan kamera) untuk menjaga ketika gawai terlepas. Saat di udara, anda dapat mengambil gambar dengan keleluasaan dua tangan. Bagian dada dan pinggang anda akan terkunci rapat bak tas ransel, dan pengendalian paralayang sepenuhnya menjadi kuasa instruktur. Lenturkan badan, terutama punggung dan kaki.

Saat tinggal landas luruskan kaki ke arah depan untuk menjaga bobot instruktur dalam melajukan paralayang. Cobalah melenturkan badan ketika terbang. Bahu dan punggung lebih rileks dengan posisi duduk bersandar, serta biarkan posisi kaki menggantung bebas. Jika instruktur melakukan manuver untuk mengikuti arus angin, pertahankan keseimbangan sesuai instruksi dengan tangan memeluk bahu.

Nikmati penerbangan dan jangan panik. Nikmati keseruan terbang di udara. Intinya, jangan sampai anda muntah di udara karena panik atau berteriak ketakutan. Usai menikmati manuver udara dengan wisata udara paralayang selama kurun 15 sampai 20 menit, instruktur akan mendaratkan paralayang pada permukaan tanah datar. Saat hendak mendarat, luruskan kembali kaki anda ke depan agar anda tak terjerembab yang mengakibatkan kaki cedera.‚óŹ(Zian)

Bagikan ke: